LampuHijau.co.id - Seekor anjing bernama Lucky jenis mix dalmatian ditemukan sekarat sebelum akhirnya tewas, lantaran dibakar hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) kemarin. Melly, pemilik anjing, bersama Yayasan Sarana Metta Indonesia pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsektro Menteng.
Belakangan diketahui, anjing tersebut tewas dibakar oleh salah seorang tetangga Melly yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol).
Pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia Christian Joshua Pale mengatakan, laporan tersebut dibuat setelah pihaknya mengumpulkan cukup bukti dan saksi.
Baca juga : Hari Pertama Puasa, Kapolresta Tangerang Buka Bareng Santri
"Benar, kami mengumpulkan sejumlah bukti. Itu juga atas masukan Polsek Menteng yang meminta kami membuat laporan, sehingga terus mengumpulkan bukti dan saksi agar semakin kuat," ucap Christian ketika dihubungi wartawan, Rabu (15/5).
Laporan tersebut tertuang dalam LP/128/K/V/2019/Sektro Menteng. Christian menambahkan, anjing berjenis mix dalmatian tersebut diduga dipukul dengan botol dan dibakar hingga sekarat oleh seorang tetangga pemilik anjing tersebut.
"Lucky ini milik dari Ibu Melly. Jumat sore Lucky lagi asyik duduk di dalam kandangnya tiba-tiba ada satu warga kencing di samping kandang dia, dan Lucky refleks mencakarnya," katanya.
Baca juga : Lagi Asyik Ngopi, Driver Ojol Tewas Dibantai Gerombolan Pemuda
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima mengatakan, pihaknya akan memanggil pelaku. Meski begitu, pasal yang menjerat pelaku ancamannya di bawah 5 tahun sehingga tidak bisa dilakukan penahanan terhadap pelaku.
"Enggak bisa lah, ancaman hukumannya cuma 2 tahun. Kalau 5 tahun baru bisa ditahan. Paling pelakunya kita panggil, karena pasalnya kan ancamannya di bawah lima tahun," ungkapnya saat dikonfirmasi Lamjo Jak, Rabu (15/5).
Di samping itu, pelaku justru akan melaporkan balik pemilik anjing tersebut lantaran ia juga menjadi korban gigitan dan cakaran anjing mix dalmation bernama Lucky.
Baca juga : Driver Ojol Dirampok Kawanan Bersenpi di Kemanggisan
"Memang benar pelakunya mau lapor balik, kebetulan sudah divisum. Tapi, sampai sekarang belum laporan," tukas Kanit. (RKY)