Dibantu Biaya Visum, Korban Pembacokan dan Penembakan di Duren Sawit Terharu

Senin, 19 Juli 2021, 18:57 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Polisi akan menyelidiki kasus pembacokan dan penembakan terhadap korban bernama Johanes di warung kopi di Jalan Taman Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur yang terjadi pada Jumat (16/7/2021) lalu.

Penyelidikan dilakukan setelah petugas membantu korban untuk menjalani visum di rumah sakit. Bantuan dari petugas Polsek Duren Sawit tersebut, diungkapkan Lukas selaku kakak Johanes, dengan membiayai visum Johanes dan seorang temannya.

Yohanes diungkapkan Lukas, telah menjalani visum di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Sedangkan temannya, M Arzil Arifin yang menjadi korban penembakan menjalani visum di Rumah Sakit Ar Rum.

Baca juga : Belum Jalani Visum, Kasus Pembacokan dan Penembakan di Duren Sawit Tengah Diselidiki Polisi

"Sudah dibuat tadi pagi, setelah laporan polisi dibuat, langsung Johanes dan Arzil diperiksa sebagai saksi korban," ungkap Lukas saat dihubungi pada Senin (19/7/2021).

Pemeriksaan yang dilakukan polisi, kata Lukas, setelah luka bacokan di tubuh adiknya sudah mulai membaik. Luka sabetan dan tikaman senjata tajam pada bagian badan dan pinggang adiknya sudah mulai mengering dan tertutup dengan baik.

"Lukanya sudah membaik, darahnya sudah nggak ngocor lagi. Makanya sudah bisa ditanyain," ungkapnya.

Baca juga : Ini Dalih Polsek Duren Sawit Tolak Laporan Korban

Lukas berharap agar pihak Kapolisian dapat mengusut tuntas kasus pembacokan sekaligus penembakan yang melukai adiknya. Dirinya pun berterima kasih kepada anggota Polsek Duren Sawit yang menanggung seluruh biaya visum, sehingga laporan polisi atas tindak pidana yang menimpa adiknya bisa rampung.

"Saya merasa terharu dengan kebaikan pak polisi tadi, saya ucapkan terima kasih. Semoga pelakunya cepat tertangkap," ujarnya.

Adanya bantuan biaya visum dari petugas kepada kedua korban dibenarkan Kapolsek Duren Sawit, Kompol Rensa Aktadivia. Rensa mengungkapkan, bantuan membayar seluruh biaya visum kepada korban karena rasa kemanusiaan. Mengingat kondisi ekonomi korban yang termasuk dalam kategori pra sejahtera.

Baca juga : Ditembak dan Dibacok OTK di Duren Sawit, Pemuda Lapor Polisi Kok Malah Ditolak?

"Karena alasan kemanusiaan, petugas menanggung biaya visum kedua korban," ungkap Rensa saat dihubungi Senin (19/7/2021).

Setelah merampungkan laporan, ditegaskan Rensa, penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Sehingga kasus tersebut dilanjutkan ke tahap penyelidikan. "Kasus ini terus kami dalami, mohon bersabar," tandasnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal