Penembakan dan Pembacokan Pemuda di Duren Sawit

Ini Dalih Polsek Duren Sawit Tolak Laporan Korban

Pemuda korban penembakan dan pembacokan OTK di Duren Sawit masih terbaring lemah. (Foto: Ist).
Sabtu, 17 Juli 2021, 23:23 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Keluarga korban pembacokan dan penembakan senjata api Jalan Taman Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur mengaku sempat ditolak saat akan membuat laporan polisi di Polsek Duren Sawit. Namun, saat dikonfirmasi ke Kapolsek Duren Sawit Kompol Rensa Aktadivia membantah tudingan itu.

Menurut Kapolsek, anggotanya tidak menolak laporan korban salah sasaran bernama Johanes. Alasannya, yang datang mau membuat laporan adalah abang korban bernama Lukas dan beberapa temannya pada Jumat (16/7/2021) sekira pukul 03.00 WIB. Sementara Johanes yang menjadi korban pembacokan tidak dibawa ke Polsek Duren Sawit.

Selain itu, kata dia, Lukas tidak bisa menunjukkan bukti visum dari rumah sakit. "Sama penyidik disampaikan, kalau mau buat LP, korbannya harus divisum dulu di rumah sakit," dalih Rensa saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/7/2021) malam.

Visum ke rumah sakit, kata Rensa, perlu ada surat pengantar dari Polsek Duren Sawit. Kemudian pergi ke rumah sakitnya harus diantar anggota Reskrim Polsek Duren Sawit. Setelah divisum, korban harus menjalani pemeriksaan awal mengenai kronologis kejadian.

"Kita ini mau jemput korban dibawa ke Polsek untuk BAP dan buat visum di rumah sakit," terang Rensa.

Baca juga : Ditembak dan Dibacok OTK di Duren Sawit, Pemuda Lapor Polisi Kok Malah Ditolak?

Setelah laporan diterima, pihaknya akan menyelidiki, kasus ini untuk menangkap pelakunya. Rencananya malam ini anggota Polsek Duren Sawit bakal datang ke lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita akan lidik pelakunya, sekarang anggota sedang jemput bola," tutur dia.

Johanes menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di sebuah warung kopi di Jalan Taman Malaka, Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kini, Johanes hanya bisa terbaring di rumah akibat mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Lukas, abang korban menceritakan, peristiwa itu berawal dari tiga orang wanita yang berhenti di warung kopi. Sebab, wanita yang mengendarai sepeda motor bonceng tiga itu diikuti oleh dua orang pria.

"Jadi, si cowok pelaku itu ngajak kenalan tiga cewe ini, dua enggak mau dan satu cewe yang akhirnya kenalan ngasih nomor telepon," kata Lukas, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga : Pembangunan dan Pendidikan di Papua Perlu Perhatian Khusus

Kedua wanita tersebut menolak bekenalan karena kekasihnya akan segera datang menjemput di tempat ketiga wanita itu berhenti. Tidak lama setelah menolak berkenalan dengan pelaku, Johanes dan seorang temannya sampai di warung kopi sekira pukul 23.00 WIB.

Tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan sejata api dan menembak rekan Johanes. Sedangkan seorang pelaku lainnya membacok Johanes di bagian paha, punggung dan di bawah pinggang. Setelah melihat korban berlumuran darah, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor yang dibawanya.

"Kondisi sekitar sepi, pelaku langsung kabur, adik saya enggak kenal sama cewe-cewe itu," jelas dia.

Pemilik warung tidak berani melawan karena takut ditembak pelaku. Pemilik warung hanya bisa menyaksikan secara langsung bagaimana kedua korban tersungkur bersimbah darah.

"Saya datang setelah ditelepon, lalu saya bawa ke rumah. Dan pada Jumat (16/7/2021) sekira pukul 03.00 WIB, saya ke Polsek Duren Sawit mau buat laporan," tutur dia.

Baca juga : Bukan Kaleng-kaleng Nih! Polsek Teluk Naga Sergap Sindikat Upal Dollar Jaringan Kamerun

Namun ketika sampai di Polsek, laporannya ditolak petugas dengan alasan tidak ada surat visum. Ia sempat menunjukkan bukti foto kondisi adiknya yang tidak bisa berjalan untuk dibawa ke rumah sakit guna menjalani visum.

"Karena kalau jalan sedikit itu darah ngocor terus, makanya saya belum bisa bawa ke rumah sakit," jelasnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal