Polres Indramayu Tangkap Empat Pencetak dan Pengedar Uang Palsu

Minggu, 23 Mei 2021, 20:13 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Satreskrim Polres Indramayu menangkap empat orang terlibat dalam pencetakan dan peredaran uang palsu (upal) Rupiah, dolar Amerika, dan dolar Singapura. Adalah CAR (25), warga Kecamatan Lelea; SAM (42), warga Kecamatan Lohbener; GUF (45), warga Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu; dan IM (46), warga Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam aksinya, CAR dan SAM berperan sebagai pengedar upal. Sementara GUF dan IM berperan sebagai pencetak upal. Mereka setelah menjalankan aksi sejak Januari 2020 dengan upal beredar Rp1 miliar.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang didampingi Wakapolres Kompol Galih Wardani dan Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigandara mengatakan, keempatnya ditangkap pada Kamis (20/05/2021) malam. Penangkapan keempatnya berawal dari personel Tim Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu saat melakukan patroli mengamati dua orang yang gerak-geriknya terlihat mencurigakan.

Berita Terkait : Polres Indramayu Bagikan 2.500 Paket Sembako bagi Tetangga Personel Polri

Dua orang tersebut akan melakukan kegiatan transaksi. Kemudian berupaya didekati. Saat didekati, satu orang melarikan diri dan satu orang berhasil diamankan. Yang diamankan yakni CAR. CAR selanjutnya dimintai keterangan polisi. CAR mengaku akan melakukan transaksi, dan CAR merupakan orang suruhan dari SAM.

Ciri-ciri SAM akhirnya diketahui pihak kepolisian. Saat itu, SAM berhasil diamankan dipinggir jalan sekitar 1 Km dari lokasi awal di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

"Dari SAM, ditemukan adanya uang palsu setara Rp400 juta yang disimpan di dalam jok motor yang rencananya akan dijual kepada orang yang belum dikenal seharga Rp150 juta," ujar Kapolres di Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (23/05/2021).

Berita Terkait : Polres Subang Gelar Patroli Gabungan Penerapan PPKM Darurat

Setelah itu, Tim Resmob bergerak menuju rumah CAR dan mendapati uang palsu senilai Rp100 juta dibungkus plastik warna hitam di simpan di dalam rumah CAR. CAR dan SAM kembali dimintai keterangan terkait upal itu.

Keduanya, kata Kapolres, mengaku bahwa uang tersebut berasal dari GUF yang tinggal di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. Tak lama, berhasil menangkap GUF dan IM. Dari GUS didapati berupa hasil cetakan uang palsu yang belum dipotong, mesin penghitung uang, serta uang dolar Singapura. GUF pun mengaku pernah menerima uang asli sebesar Rp1 juta.

"Uang asli tersebut merupakan hasil penjualan uang palsu yang dititipkan pada SAM, yang oleh SAM dijual kepada warga Lampung sebanyak 1 miliar dengan harga Rp5 juta," ucapnya.

Berita Terkait : Satreskrim Polresta Cirebon Ringkus 14 Pelaku Curat, Curas, dan Pengeroyokan

Tim Resmob mengembangkan keterangan GUF ternyata menitipkan uang sekitar Rp24 miliar kepada SAM yang disimpan SAM di gubuk empang di Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. "Setelah dilakukan penghitungan dari 2 karung berisi uang tersebut, diketahui uang palsu tersebut berjumlah Rp11 miliar. Total bukti Rp11,5 miliar. Mereka sudah mengedarkan upal Rp 1 miliar di luar Indramayu," ujarnya.

Para tersangka dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Indramayu, untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Keempatnya sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Mereka dijerat Pasal 244 KUHP, Pasal 36 dan Pasal 37 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman seumur hidup dan denda paling banyak Rp100 miliar. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal