Palsukan Surat Bebas Covid-19, Ibu dan Anak Ditangkap Polisi

Jumat, 21 Mei 2021, 16:18 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Tindak tanduk SN dan anaknya, AS memalsukan surat bebas covid demi bisa mudik ke kampung halamannya di Tegal harus berurusan dengan Kepolisian. Ibu dan anaknya itu terancam 4 tahun penjara.

Pemalsuan surat itu dilakukan kedua warga asal Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang itu agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas Satgas COVID-19 yang mendata masyarakat yang baru pulang mudik.

"Ketika dilakukan penyelidikan ternyata surat itu palsu. Yang bersangkutan telah mengakui bahwa ini dilakukan sendiri," jelas Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima, Jumat (21/5).

Berita Terkait : Polres Depok Tangkap Pemalsu Surat Keterangan Hasil Swab Antigen

Terungkapnya pemudik yang menggunakan surat hasil swab antigen palsu ini berawal saat petugas Kelurahan Sukaasih mendatangi kediaman SN karena diketahui SN telah pulang dari mudik pada Rabu (19/5/2021).

Kepada petugas kelurahan tersebut, SN mengaku telah melakukan swab antigen dengan hasil negatif yang dikeluarkan dari salah satu klinik di Jakarta Selatan. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan ternyata surat hasil swab antigen ini palsu.

SN pun mengaku surat palsu ini dibuat sendiri oleh anaknya, AS. Adapun cara AS membuat surat palsu ini dengan mengetik sendiri hasil keterangan swab dengan format melihat dari internet menggunakan laptop pribadi, lalu mencetaknya sampelnya.

Berita Terkait : Kendalikan Covid-19, Pemprov DKI Terus Gelar Vaksinasi dan 3T

"Pelaku mencatut suratnya dari klinik di Jakarta Selatan. Maka petugas mengecek, ternyata klinik itu tidak mengeluarkan suratnya," kata Kapolres.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang telah melakukan mudik untuk melakukan swab antigen secara gratis di posko yang telah disediakan pemerintah maupun Kepolisian.

"Tidak usah takut, datang saja. Bahkan kami ada posko Tangguh Jaya untuk swab gratis," ucapnya. Kepolisian juga masih melakukan pendalaman apakah surat palsu ini hanya digunakan untuk pelaku mudik atau diperjualbelikan.

Berita Terkait : Komitmen Putus Penyebaran Covid-19, MSP Vaksinasi Ratusan Karyawan

Dalam jumpa pers, SN mengaku kalau motif memalsukan surat keterangan dokter sendiri lantaran takut menjalani swab secara langsung, serta khawatir jika hasilnya malah positif. "Diswab karena takut malah positif," pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku kini mendekam di tahanan dan dijerat Pasal 268 KUHP tentang Pemalsuan Surat Keterangan Dokter dengan ancaman hukumannya empat tahun penjara. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal