LampuHijau.co.id - Sepak terjang Tania, banci penata rias yang nyambi jadi pemuas seks komersial berujung bui. Tania yang bernama asli Jamaludin ini ditangkap usai menghabisi cowok teman kencan di apartemen Grand Serpong, Pinang, Kota Tangerang, 13 April 2019 lalu.
Dihadapan penyidik, Tania mengaku nekad menghabisi MD, teman kencannya karena sakit hati. Sebab, tarif kencan yang sudah dibayar diminta lagi usai melayani korban.
"Sebelum main itu saya disuruh ambil duit di dompetnya Rp 900 ribu. Setelah main malah diambil lagi," katanya
Tak terima karena merasa dipermainkan, Tania mengamuk. Keduanya terlibat cekcok sebelum akhirnya dia menghabisi korban di kamar apartemen lalu kabur ke kampung halamannya di Pekalongan.
Bukan pertamakali Tania dikerjai oleh pelanggannya. Itulah sebabnya, pembunuhan itu terjadi karena Tania sudah teramat sakit hati lantaran sering dipermainkan pelanggan.
"Dulu pernah waktu sama orang Nigeria. Udah main sampai ledes, udahannya cuma dibayar cepek," kata Tania yang memasang tarif Rp 900 ribu sekali main.
Baca juga : Buser Polsek Jatiuwung Ringkus Pelaku Spesialis Rumsong
Ia juga mengaku bahwa pisau yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa MD sudah ada dari apartemen tersebut dan tidak ia siapkan.
"Pisau emang dari situ dari bawaan apartemen," katanya.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim mengungkapkan, peristiwa berawal saat pelaku dan korban berkenalan via media sosial. Perkenalan pun hanya butuh waktu tiga hari. Kemudian mereka kopi darat dan berkencan di Apartemen tersebut. Namun ketika berkencan, keduanya terlibat cekcok hingga terjadilah pembunuhan.
Dari hasil olah TKP, pelaku menikam korban menggunakan sebilah pisau yang ada di kamar itu hingga mengenai bagian dada korban. Korban pun tewas akibat luka tusuk dan pendarahan.
Baca juga : Sering Dipungli Oknum PJR di Tol, Sopir Truk Curhat ke Kapolri
"Setelah membunuh, pelaku langsung meninggalkan korban. Dan pergi ke kampung halamannya di Pekalongan," katanya.
Tiga hari berselang pasca peristiwa berdarah itu, kepolisian yang mendapatkan laporan ihwal insiden langsung bergerak cepat dengan melakukan investigasi hingga berhasil menemukan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh dan ponsel. Pengejaaran dilakukan hingga kawasan Bogor sebelum akhirnya pelaku ditangkap di Pekalongan. (WAH)