LampuHijau.co.id - Kapolresta Tangerang bersama wakilnya, Rabu (31/3/2021), melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) perampokan uang bank BRI di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Selain olah TKP, Kapolresta Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dan Wakapolresta AKBP Dedy Tabrani bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjenguk korban korban penembakan perampok, Rohmadi yang dirawat di rumah sakit.
“Kesehatan korban berangsur membaik,” ungkap Wahyu.
Rohmadi sendiri ditembak perampok di pahanya, Selasa (30/3/2021) dini hari, di kantor Bank BRI ketika sedang akan mengisi uang di anjungan tunai mandiri (ATM) milik bank tersebut.
Wahyu menambahkan, olah TKP ini dijalankan oleh tim dari Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polresta Tangerang, dengan tujuan mencari petunjuk agar dapat mengungkap peristiwa berikut modus dan motifnya.
Baca juga : Naik Perahu Karet, Wakapolresta Tangerang Salurkan Bantuan ke Lokasi Banjir
“Petugas kepolisian sudah memeriksa empat saksi serta meminta rekaman CCTV dari bank BRI,” katanya.
Perampokan ini sendiri, tambah Wahyu seperti mengutip keterangan saksi, berlangsung pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.55 WIB. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. Waktu itu, katanya, pihak vendor sedang akan mengisi uang di ATM bank BRI. Tiba-tiba, datang satu unit mobil lalu berhenti di dekat mobil vendor.
“Pihak sekuriti bank lalu menghampiri mobil tersebut untuk memastikan apakah nasabah atau bukan,” ujarnya.
Tiba-tiba, katanya, seorang laki-laki keluar dari mobil tersebut, dan langsung menodongkan senjata api ke perut petugas sekuriti itu. “Tiarap!” kata lelaki itu membentak, seperti ditirukan Wahyu.
Baca juga : Wakapolresta Tangerang Gandeng Ulama Imbau Masyarakat Disiplin Prokes
Sedangkan seorang laki-laki lainnya, tambahnya, juga turun dari mobil dan langsung menghampiri petugas vendor bernama Rohmadi. Lelaki itu menodongkan senjata api ke Rohmadi. Dia kemudian masuk ke dalam ruang ATM untuk mengambil tiga kotak berisi uang bernilai Rp300 juta.
Uang dalam kotak itu sedianya akan dimasukkan ke dalam mesin ATM. Dan, kemudian, dor!, salah seorang perampok menembakkan senjata apinya ke paha Rohmadi.
“Diduga senjata api yang digunakan perampok tadi berlaras pendek,” kata Wahyu.
Setelah itu, kata Wahyu, kedua perampok itu melarikan diri menggunakan mobilnya. Dalam sekejap, mobil perampok lepas dari pandangan mata, karena ditelan keremangan malam. Rohmadi yang cidera kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan kesehatan.
Baca juga : Kapolres Purwakarta Cek Kesiapan Personel Mengamankan Nataru
Wahyu menegaskan, kepolisian setempat dibantu Ditreskrimum Polda Banten bekerja keras mengungkap perampokan ini dengan menggali keterangan dan mencari petunjuk. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terungkap," kataya tegas. (WAH)