LampuHijau.co.id - Sepasang suami istri (pasutri) jadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Subang, tepatnya di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Adalah Ahmad Muhaimin (28) dan Ragil Cahya Ningrum (22), warga Perum Kota Serang Baru, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pasutri yang menjadi korban penjambretan tersebut.
Ragil mengatakan, ia dan suaminya menggunakan sepeda motor Scoopy Nopol E 5027 OL dari Cikarang hendak pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Begitu melintas di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba datang sepeda motor dari sebelah kiri dikendarai dua orang tidak dikenal (OTK). Kemudian pelaku yang dibonceng mengambil tas warna marun yang diselempangkannya.
Baca juga : Dinilai Mampu Tegakkan Prokes, Pasar Jaya Diberikan Penghargaan dari REKAN
"Saya sempat mempertahankan tas, sehingga terjadi tarik-menarik sekitar 1 menit, akhirnya tali tas putus, dan tas dibawa kabur pelaku," ucap Ragil kepada Lampu Hijau, Minggu (14/03/2021).
Suaminya yang mengemudikan sepeda motor sempat menendang sepeda motor pelaku, namun tidak kena. Pelaku kemudian kabur ke arah timur. Kejadian penjambretan tersebut pada Jumat, 12 Maret 2021, sekitar pukul 19.40 WIB.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Bea dan Cukai Cirebon Mampu Beri Pendapatan bagi Negara
Ragil menyebutkan, dalam tas terdapat STNK sepeda motor Scoopy, dan uang tunai Rp1,2 juta. Selain itu, KTP, Kartu ATM BCA, Kartu ATM Mandiri, NPWP, dan Kartu BPJS atas namanya. "Dalam tas itu pun terdapat emas 8,8 gram dalam bentuk kalung, cincin dan gelang. Kerugian materi sekitar Rp20 juta dan sudah dilaporkan kepada Polsek Ciasem," ujar Ragil.
Ragil berharap barang-barang yang dirampas pelaku kembali ke tangannya, minimalnya, surat-surat dan identitasnya. "Saya pun berharap polisi segera menangkap pelaku," ucapnya.
Baca juga : Penyumbang Deviden Tertinggi, Pras: Mau Jual Saham PT Delta Djakarta Harus Hati-hati
Selain itu, Ragil meminta kepolisian meningkatkan patroli agar pengguna jalan lebih aman saat melintasi Jalan Pantura Subang. Apalagi sebelumnya, kata warga, sering terjadi hal serupa. "Kan jalan utama nasional, harusnya jadi poin lebih untuk keamanannya," pungkasnya. (MGN)