LampuHijau.co.id - BH (50), seorang bos di perusahaan supplier diculik dari tempat tinggalnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Saat disekap di sebuah rumah di kawasan Cikarang, Jawa Barat, kawanan penculik menyuruh BH meminum air kencing.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, polisi kini telah menangkap empat orang pelaku penculikan. Mereka pun telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Keempat pelaku adalah MR (34), MT (43), ED (43), dan SS (37)," kata Azis di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).
Peristiwa ini bermula ketika TH, kakak BH, mencoba menghubungi adiknya melalui sambungan telepon pada 2 Maret 2021. Lantaran tidak mendapat jawaban, TH lalu mendatangi tempat tinggal korban di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Baca juga : Baru Launching, Water Truck 2.0 ACT Tancap Gas Distribusikan Air Bersih
"Ketika didatangi di kosnya, BH nggak ada di tempat. Dari lingkungan sekitar tempat tinggal dapat info adiknya dibawa oleh beberapa orang secara paksa," ujar Azis.
Tiga hari kemudian, TH yang tak kunjung mendapat kabar terkait keberadaan adiknya merasa khawatir. Ia pun memutuskan untuk membuat laporan orang hilang ke Polres Metro Jakarta Selatan.
"Atas laporan itu kami merespon, segera bentuk tim dari Unit Ranmor, Resmob Krimum Polres. Kami bergerak dengan beberpa petunjuk dari olah TKP dan keterangan saksi, menuju di wilayah Cikarang dan beberapa lokasi lainnya," jelas Azis.
"Di lokasi itu terjadi upaya dugaan penyekapan atau penculikan terhadap korban. Korban berhasil diselamatkan dan petugas amankan beberapa orang diduga pelaku," tambahnya.
Baca juga : Berdayakan Mustahik, BAZNAS Bangun Tempat Penyulingan Minyak Sereh
Otak penculikan dan penyekapan ini adalah MR. Ia selaku investor penuh pada perusahaan milik korban. MR kata Azis, merasa dendam pada korban.
"Pelaku MR selaku pemodal penuh perusahaan Supplier milik korban merasa jengkel karena korban dianggap melakukan penggelapan aset perusahaan dan tak melaporkan kegiatan perusahaan dengan baik," ujarnya.
Pelaku pun melakukan upaya penculikan, pemaksaan, dan penganiayaan pada korban. Bahkan, agar korban mengaku, pelaku pun mengancam korban menggunakan senapan angin laras panjang.
Tak sebatas itu saja, tambahnya, pelaku sampai menyiksa korbannya agar mau menyerahkan harta bendanya guna menutupi uang yang disebut pelaku telah digelapkan korban, baik uang dan mobilnya.
Baca juga : Bisnis Prostitusi Online di Apartemen Aeropolis Dibongkar Resmob
"Pengakuan korban, dia juga sampai disuruh meminum air kencing. Kalau pengakuan pelaku, uang yang digelapkan itu mencapai Rp 30 miliar, tapi itu masih belum fix dan masih kami dalami," tandasnya. (RBN)