LampuHijau.co.id - Demi mendapatkan uang untuk main game online. Sejumlah remaja tertangkap basah Tim Jaguar, Polres Metro Depok lantaran menyembunyikan dua ekor ayam kampung hasil curian di dalam kaos.
Kepala Tim Jaguar Polres Metro Depok, Iptu Winam Agus menuturkan, kasus ini terungkap ketika pihaknya sedang melakukan patroli di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, pada Rabu dini hari, (3/2/2021).
“Pada jam 3 pagi, saat gerimis kami mendapati ada motor bonceng empat. Biasalah mencurigakan, jadi kita berhentikan. Saat diberhentikan tiba-tiba di balik bajunya terdengar suara ayam,” katanya.
Baca juga : Sehari Bisa Tangkap 1000 Pelanggar
Merasa ada yang tak beres, Winam kemudian mengintrogasi sejumlah anak baru gede (ABG) itu. Awalnya, mereka mengaku ingin menjual ayam di Pasar Parung.
“Terus saya tanya ayam dari mana, pertama ngakunya ayam ayahnya. Saya tanya lagi karena curiga, akhirnya dia ngaku ternyata itu ayam orang (curian) yang rumahnya tidak jauh dari rumah mereka, masih satu RT,” jelas Winam.
Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati ada dua ekor ayam yang disembunyikan dari balik kaos pelaku.
Baca juga : Meski PSBB Total, Tapi Mal, Ojek Online, dan Pasar Tetap Buka Kok!
“Begitu saya bawa ke rumah korban yang punya ayam, ternyata dia ini punya warung dan sering kehilangan barang, seperti gas 3 kg, terus yang lain-lainnya. Nah ini mengarah ke anak-anak yang kami amankan ini," katanya.
Saat diintrogasi petugas, mulut ke empat ABG itu bau minuman beralkohol. “Jadi sebelum beraksi mereka ini ternyata sempat pesta miras (minuman keras),” terangnya.
Polisi menduga kuat, para pelaku nekat melakukan aksi pencurian itu untuk main game online. “Anak-anak ini sudah pada menyimpang, sudah pada minum alkohol meski masih kelas 2 SMP. Terus hobinya main game di warnet. Jadi begitu saya telusuri ternyata mereka sudah dua kali nyolong ayam, kemudian ngambil uang orang tuanya, pernah juga keabisan bensin terus nyolong bensin eceran,” katanya.
Baca juga : Ingin Beli HP Buat Sekolah Online Siswa SMP Jalan Kaki Keliling Kota Jualan Onde-onde
Adapun inisial keempat ABG tersebut yakni, ZA, AR, RE, dan AH. Oleh petugas, kasus ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami serahkan pada pengurus RT, karena kasusnya pun masih satu lingkungan dengan tinggal mereka. Jadi pengurus RT, orangtua dan korban yang menyeselaikan masalah ini,” tandasnya. (HEN)