Tiga Penyalur PMI Ilegal Diringkus Sat Reskrim Polres Majalengka

Senin, 18 Januari 2021, 17:07 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Sat Reskrim Polres Majalengka menangkap tiga pelaku tindak pidana perdagangan orang yang menempatkan perempuan remaja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Kabupaten Majalengka.

Peristiwa tersebut bermula saat korban IN ditawari kerja di Malaysia. Kemudian ia daftar dan melengkapi syarat-syarat lalu dimasukan ke BLK di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Setelah 2,5 bulan korban dipulangkan ke rumah karena situasi pandemi.

Pada November, ia dihubungi dan diminta untuk mengirimkan foto diri untuk diberangkatkan ke Timur Tengah. Alasannya, korban diberangtkan ke Abu Dhabi dengan alasan bahwa ke Malaysia, lama.

Berita Terkait : Mencegah Tertular Covid-19, Ratusan Personel Polres Majalengka Divaksin

Korban tidak menanggapi, karena tidak diperkenankan untuk pelatihan bahasa kembali di BLK. Namun pada Kamis, 24 Desember 2020, tersangka datang ke rumah korban dan memaksa korban berangkat ke Jakarta dengan alasan bahwa visa sudah turun dan biaya untuk swab sudah dibayar.

Sehari kemudian, sekira pukul 08.00 WIB, korban dijemput oleh tersangka dan berangkat menuju Jakarta. Namun diperjalanan korban dialihkan ke mobil travel. Mereka berangkat ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta ia dijemput rekan tersangka lainnya yang mengaku pihak PT dan membawa korban ke penampungan (berupa Ruko).

"Di sana (penampungan) korban juga malah diperbantukan masak-masakan untuk jualan warung nasi," ucap Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Siswo DC Tarigan, Senin (18/01/2021).

Berita Terkait : Spesialis Pencuri Mobil Bak Diringkus Polresta Tangerang

Setelah di penampungan, korban mendengar dari orang yang ada di penampungan tersebut, bahwa dirinya akan diberangkatkan ke negara Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Korban yang mengetahui bahwa kalau ke negara tersebut tertutup untuk pengiriman TKI, selain itu, apalagi korban juga mengetahui bahwa akan diberangkatkan dengan menggunakan identitas orang lain atau ilegal.

"Karena takut, korban menghubungi keluarganya, sehingga keluarganya melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian Polres Majalengka," ujarnya.

Tak lama, polisi menahan tiga orang tersangka, termasuk seorang perempuan. Saat ini, tersangka berikut sejumlah barang bukti sudah di amankan di Mapolres Majalengka untuk dilakukan proses lebih lanjut. Tiga tersangka dijerat dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang atau berdasarkan UU Pelindungan Pekerja Migran, dengan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal