Polres Jakpus Bongkar Pemalsuan Surat Keterangan Hasil Swab Antigen

Rabu, 13 Januari 2021, 21:07 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pelaku pemalsuan surat hasil swab tes antigen COVID-19 yang ditawarkan melalui media sosial (Medsos) Facebook. 

Tersangka AA (31), yang merupakan pramuniaga toko pakaian ditangkap di rumahnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.  Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti Hp, kartu ATM, dan belasan lembar surat keterangan hasil rapid tes antigen palsu.

"Jadi penangkapan tersangka ini hasil patroli siber kita di Media Sosial, yang mana ada didapati penjualan surat keterangan hasil swab antigen palsu melalui akun facebook atas nama Akbar," terang Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin didampingi Kanit Krimsus AKP Egy dan Kasubaghumas Kompol Suwatno, Rabu (13/1/2021).

Berita Terkait : Kapolres Pimpin Patroli Gabungan PPKM Wilayah Kabupaten Subang

Selanjutnya, petugas pun melakukan under cover dan melakukan pemesanan untuk dibuatkan surat keterangan hasil swab antigen palsu.

"Hingga akhirnya terjadilah komunikasi untuk transaksi dengan tersangka dan penangkapan," jelasnya.  

Menurut Burhanuddin, AA menawarkan jasa pembuatan surat keterangan hasil swab test antigen palsu seharga Rp 70 ribu.

Berita Terkait : DPRD Jabar Alokasikan Anggaran Untuk Pembebasan Lahan di Setu Rawa Kalong

"Selain antigen, tersangka juga menawarkan keterangan hasil rapid tes palsu senilai Rp 50 ribu," paparnya. 

Sementara itu, atas tindakan yang diperbuatnya AA di jerat pasal 35 Undang-undang RI No.19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dan Pasal 268 KUHP tentang Karantina Kesehatan.

"Dimana ancamannya maksimal 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp12 Milyar," tegas Kasat Reskrim AKBP Burhanuddin. 

Berita Terkait : Polres Indramayu Beri Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana Banjir

Sementara dari pengakuan AA, dirinya nekat memalsukan surat hasil swab tes antigen COVID-19 lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi selama pandemi.

Pria lulusan SMA ini sudah menjalankan pemalsuan hasil swab test antigen dan rapid antigen palsu sejak bulan Desember 2020. "Terpaksa karena kebutuhan ekonomi. Belajar memalsukan dari media sosial youtube," tutupnya dihadapan polisi. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal