Pengirim Pekerja Migran Indonesia Tidak Sesuai Prosedur ke Malaysia Diringkus Aparat Polres Subang

Selasa, 29 Desember 2020, 21:18 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Satreskrim Polres Subang menangkap WP alias MP. Warga asal Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang itu ditangkap, karena melakukan perdagangan orang ke Malaysia.

Adalah ER (38), ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, korban dari WP alias MP. Dari laki-laki usia 55 tahun itu, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Berita Terkait : Spesialis Pencuri Mobil Bak Diringkus Polresta Tangerang

Kepala Polres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto didampingi Waka Polres Subang Kompol Dony Eko Wicaksono dan Kasat Reskrim Polres Subang AKP M. Wafdan Muttaqin membenarkan adanya pengungkapan perkara tersebut. Awalnya, di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang diduga terjadi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak sesuai prosedur dan atau diduga terjadi perdagangan orang.

"Pelaku memberangkatkan korban menjadi PMI ke Malaysia tanpa melewati prosedur yang benar," ucap Kapolres di Mapolres Subang, Jawa Barat, Selasa (29/12/2020).

Berita Terkait : Todong Karyawati Pabrik, Pemuda Purwadadi Diringkus Polisi

Yang mana, kata Kapolres, pelaku menjanjikan korban untuk proses pemberangkatannya cepat dan korban akan menerima gaji sebesar 4,4 juta rupiah perbulannya. "Kenyataannya setelah selama sembilan bulan korban dipekerjakan di Malaysia tidak menerima gaji sepeserpun," ucapnya.

Kejadian ini, lanjut Kapolres, kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Tak lama, pelaku berhasil ditangkap dengan disita barang bukti berupa paspor milik korbannya. WP sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 4 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Berita Terkait : Jual Pupuk Bersubsidi Tanpa Izin, IRT Diringkus Sat Reskrim Polres Subang

"WP terancam pidana paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal