Cowok Lulusan SD Ngaku Jadi Dokter, Nipu Cewek yang Dicari Lewat Medsos & Tinder (Kencani Korban & Bikin Video Syur)

Senin, 28 Desember 2020, 00:37 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Perjalanan Michael Wibiksana alias MW menjadi dokter gadungan dengan memalsukan label IDI berakhir di balik jeruji besi Mapolrestro Jakarta Pusat, Minggu (27/12/20). Dengan mengaku sebagai Dr. Oliver Fransiskus, pria tamatan SD ini sukses memperdaya korban RF, seorang karyawati hingga Rp 169 juta. Akibat perbuatannya, pria yang sudah satu tahun memakai baju praktek dokter itu kini berubah mengenakan seragam tahanan Polres Metro Jakarta Pusat berwarna merah. 

Yah, MW ditangkap Satuan Reserse Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Pusat saat di dalam kamar kostnya yang berada di kawasan Cempaka Putih. Pria bertubuh gempal itu ditangkap usai pihak kepolisian menerima laporan korban.

Laporan bermula ketika salah satu korban dijanjikan akan dinikahi oleh pelaku. Namun janji tinggal janji, setelah menunggu lama ternyata pelaku tak kunjung menikahi korban. Karena curiga dan telah tertipu uang, korban mengecek dan mengetahui bahwa pelaku bukanlah seorang dokter. Korban melaporkan ke Mapolrestro Jakarta Pusat. 

Baca juga : Tawuran Antar Geng Kampung, Pelaku Utama dan 8 ABG Ditangkap

Dalam aksinya, pelaku mencari sasaran di media sosial, aplikasi Tinder dan Tantan. Dalam aplikasi tersebut pelaku memampang foto dengan atribut dokter, kartu tanda pengenal dan stetoskop. Untuk meyakinkan korban para wanita, pelaku juga membuat ID Card bertuliskan Dokter Muda Oliver Fransiskus di Eka Hospital. Kejahatan yang dilakukan pelaku pun beragam. Selain menipu dan meraup uang Rp 169 juta dari korban, pria lulusan Sekolah Dasar (SD) itu juga mengencani korbannya dengan alasan suka sama suka. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menuturkan, kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan MW tergolong unik. Pelaku merupakan sipil biasa dan hanya mengaku sebagai dokter. Berdasarkan hasil pengembangan, korban penipuan cukup banyak. 

"Sudah beberapa (korban) kami periksa, salah satunya RF tertipu dari penampilan dan pengakuan pelaku. MW mengaku sebagai seorang dokter. Modusnya, dia butuh modal pengobatan dan bisnis alkes covid-19. Kemudian dia meminta sejumlah uang ke korban. Ternyata uang tersebut dipakai untuk beli mobil," ungkapnya kepada wartawan. 

Baca juga : Jelang Natal, 1 Remaja Tewas Dibacok Akibat Tawuran di Kemayoran

Saat dilakukan pemeriksaan, MW mengaku lulusan SMP tapi setelah diminta ijazah dia tidak bisa menunjukannya. Setelah di cek, ternyata MW hanya lulusan SD. Meski menjadi dokter gadungan, MW tidak membuka prakter kedokteran. Dia hanya menipu para wanita untuk mencari uang.  "Dia mengaku tidak pernah buka praktek. Korban kami periksa ada empat tapi ada pengembangan dan mereka mau menjadi saksi. Kerugian para korban ditaksir sudah ratusan juta," ujarnya. 

Sejumlah perlengkapan praktik kedokteran diamankan dari kontrakan pelaku. Polisi juga menyita mobil Honda Jazz milik pelaku yang diduga kuat dibeli dari hasil kejahatan. "Dia modus dari medsos kenalan kemudian lakukan pendekatan. Aplikasi sejenis biro jodoh, cari jomblo-jomblo dimunculkan dan respon. Nah dari respon itu dia lakukan aksi dengan berperan sebagai dokter," jelasnya. 

Setelah korban terpedaya, pelaku menjalin kasih bersama korban hingga melakukan hubungan seksual. "Hubungan iya akui. Dia melakukan hubungan seks tapi pelecehannya tidak masuk karena pada prinsipnya mereka pacaran dan lakukan hubungan itu. Pelaku MW dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman kurungan penjara hingga 5 tahun penjara," katanya. 

Baca juga : Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Susu, Kopi, dan Dodol Ganja

Heru mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang makin beragam. Walaupun penampilan seperti dokter tapi yakinkan bahwa dia seorang dokter atau tidak. Karena tidak sedikit berpura-pura menjadi Dokter, TNI dan Polri.  "Ingat, perkenalan medsos hanya semu. Hati-hati terutama adik-adik remaja, jangan tergiur tampilan medsos karena biasanya disana tidak otentik dan asli. Biasa ada budaya profil dicuri dan sebagainya. Jadi hati-hati sekali terhadap perkenalan medsos," imbaunya. 
 
Kanit Krimsus Iptu Egy Irwansyah menambahkan, korban bukan hanya dikuras uangnya saja dan ada kemungkinan juga yang menjadi korban pelecehan seksual. Karena percaya akan omongan pelaku, para korban memberikan uang mereka. "Pelaku juga sering lakukan video seks dengan korban," tambahnya. 

Sementara menurut MW, dirinya terpaksa menjadi penipu lantaran telah diasingkan pihak keluarga. Pria asal Batam ini juga bercita-cita menjadi dokter sejak dirinya kecil. Namun karena putus sekolah dasar, ia merantau ke Jakarta beberapa tahun belakangan. Ide itu muncul saat dirinya mencari korban melalui aplikasi Tinder dan mengaku sebagai dokter. "Menjadi dokter cita-cita sejak kecil. Uang hasil menipu untuk beli mobil," tutupnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal