LampuHijau.co.id - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, para remaja pelaku tawuran berhasil ditangkap Polsek Kemayoran dalam waktu beberapa jam setelah kejadian terjadi. Para pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan.
"Tidak lebih dari 24 jam. Kita hitung 12 jam. Pelaku kerusuhan atau pelaku pengeroyokan ini sudah bisa kita ungkap. Sekarang sudah diamankan, pelaku ada 8 orang. Pelaku utamanya atas nama WS. Ini rata-rata masih di bawah umur. Kita penangananya juga akan sesuai dengan aturan yaitu pemeriksaan di bawah umur anak-anak. Korbannya meninggal dunia inisial DAP," ungkapnya, Kamis (24/12/20) malam.
Heru melanjutkan, para pelaku berasal dari geng gabungan dari Ngegares Stovia dan Kobat Area Kemayoran. "Mereka janjian di medsos untuk tawuran. Kami tiga pilar, pak Kapolsek, Danramil dan camat ini tak kurang mengawasi Kamtibmas di Kemayoran. Tapi saat kita kosong mereka melakukan aksi," sesalnya.
Baca juga : Dahana Kucurkan Dana Permodalan Bagi Pelaku Usaha Makanan Ringan
Sebelumnya, tawuran berdarah itu terjadi di Jalan Kemayoran Timur Raya, RT 09/07, Kelurahan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/20) dini hari.
Heru menyayangkan adanya insiden tawuran remaja tersebut. Apalagi terjadi saat natal. "Disaat kita natalan dan menjelang tahun baru terjadi duka mendalam bagi korban meninggal dunia. Pasal yang disangkakan pasal 170 ayat 2 hukuman ancaman 12 tahun penjara," ujarnya.
Kapolsek Kemayoran Kompol Khoiri didampingi Kanit Reskrim AKP Pollo Sitorus menjelaskan, para pelaku rata-rata berumur 16 tahun dan statusnya masih pelajar dan sudah keluar sekolah. Dua kelompok ini saling ejek di medsos dan janjian tawuran. Mereka juga sudah menyiapkan senjata tajam.
Baca juga : Tawuran di Kawasan Ring 1 Jakpus, Hasilnya: 1 Kritis & 3 Diringkus
"(Dendam) ya mungkin, kita dalami lagi dari pemeriksaan kenapa mereka sering tawuran. Masih ada lagi DPO yang kita cari, mudah-mudahan tertangkap. Semoga gak ada perlawanan. Kalau ada perlawanan akan kita hajar," tegasnya.
Kapolsek mengimbau, pengawasan orangtua jadi peran utama karena anak kita adalah masa depan bangsa kita. "Berikan pemahaman, berikan pengertian, berikan wadah untuk dia menunjukkan ekspresi tapi bukan untuk tawuran. Bangsa kita cinta damai. Bukan dengan kekerasan," imbaunya.
Belakangan diketahui, DAP (19) pemuda yang tewas di tangan anggota geng Enjoy Kekos (anak Kebon Kosong) ternyata menjadi tulang punggung keluarganya. Pemuda yang baru lulus SMU tersebut merupakan anak pertama dari lima bersaudara.
Baca juga : Nih...Tanggapan Pakar Hukum Terkait Sidang Kasus Pertambangan di PN Jaksel
Tini, tante korban DAP menuturkan, keponakannya itu anak yang baik. Dia tidak pernah terlibat perkelahian. Saat terjadi tawuran saja, DAP hanya melintas usai pulang bekerjabl di toko es Jalan Garuda. Karena melihat kampungnya diserang, dia terpaksa membela kampungnya itu.
"Almarhum anak Yatim, dia kerja jadi tulang punggung keluarga. Adiknya ada 4 dan ibunya. Korban setelah lulus sekolah langsung kerja di toko es," kenang Tini saat mendatangi Mapolsek Kemayoran. (RKY)