Dua Kelompok Etnis Ribut di Diskotek Medika, Bacok Anggota FBR yang Nggak Tahu Apa-apa Hingga Tewas

Posko FBR, lokasi tewasnya korban. (Foto: Rky)
Selasa, 23 April 2019, 21:56 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Sekelompok pria mabuk membawa senjata tajam mengamuk di depan Posko ormas kedaerahan, FBR yang berada di kawasan Hotel Suba, Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019) sekitar jam 2 dini hari.

Mereka pun mengeroyok dan membacok Muh. Usen, seorang anggota ormas kedaerahan hingga tewas yang tengah duduk di depan posko ormas.

Kusnandi, salah satu anak korban menuturkan, peristiwa itu terjadi berawal saat ayahnya sedang nongkrong di Posko FBR yang berada di kawasan Hotel Suba. Namun ketika sekitar pukul 01.30 WIB, kemudian ada keributan kecil yang terjadi di sekitaran Diskotek Medika, yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat itu yang ribut antara orang Kupang dan Ambon. Dan pas ribut itu juga sempat dilerai termasuk diusir oleh petugas keamanan di sana (Diskotek Medika, red),” katanya saat ditemui di rumah duka, Jalan Hemat I, Gang Buntu, RT 03/05 Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (23/4) siang.

Baca juga : Pengeroyok Driver Ojol di Tangsel Ketangkep, Motifnya Saling Ejek Antargeng di Medsos

Saat keributan awal itu terjadi, lanjut Kusnandi, kedua kubu yang terlibat pertikaian itu juga sempat melempari ke arah warga yang melihat kejadian itu. Sebelum akhirnya kedua kubu kelompok tersebut pergi membubarkan diri masing-masing. Namun, tak berselang lama kemudian salah satu kelompok itu datang kembali.

“Tapi saat itu mereka datang dengan dipersenjatai senjata tajam (sajam). Mereka juga kembali melempari warga yang berada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Kusnandi, saat itu kelompok tersebut yang jumlahnya sekitar 20 orang juga menyerang ayahnya dan teman-temannya yang sedang nongkrong di Posko FBR. Saat itu mereka menyerang ayahnya dan teman-temannya secara membabi buta. Hingga mengenai bagian lengan kanan-kiri, punggung, dan wajah.

"Setelah itu mereka pergi lagi. Baru kemudian saya dan warga membawa ayah ke RS Royal Taruma. Tapi karena lukanya yang serius, akhirnya ayah meninggal dunia, sedangkan lainya banyak yang luka-luka,” terangnya.

Baca juga : Dibisikin Setan, Motor Kenalan Pun Diembat

Di rumah duka, ratusan orang dari FBR pun berdatangan. Kemudian petugas kepolisian dan TNI juga tampak berjaga.

Panglima FBR Sahrul juga tampak datang. Saat di sana, dia meminta para anggota FBR untuk menahan diri dan memercayakan kepada pihak kepolisian yang mengusutnya. Namun, dia memberi masa tenggang waktu.

“Kalau sampai tiga hari tidak dapat pelakunya, kita akan cari sendiri,” katanya kepada massa FBR yang hadir saat itu.

Terkait adanya peristiwa itu, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu menerangkan, dari peristiwa itu korban meninggal diketahui ada satu orang dan yang luka-luka ada beberapa. Namun untuk jelasnya ada berapa masih akan dipastikan lagi.

Baca juga : Ngelawan Pake Pisau Pas Ditangkap, 3 Pelaku Begal Ojol di Kemanggisan Dibedil Polisi

“Petugas sudah mengidentifikasi pelaku dan saat ini sedang mengejar untuk menangkapnya. Motifnya apa masih didalami dan kalau sudah tertangkap pelakunya baru bisa dipastikan. Tapi untuk motif sementra karena ketersinggungan,” jelasnya.

Sementara, Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra menerangkan, indikasi awal peristiwa itu karena pengaruh minuman keras (miras). Namun, untuk pastinya masih akan didalami lagi.

“Kelompoknya sudah diidentifikasi dan ada dua orang pelaku yang identitasnya dikantongi. Dua orang itu adalah pemicu terjadinya keributan itu,” ucapnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal