Trend Begal Masa Kini Versi IPW : Begal Motor, Sepeda dan Payudara

Minggu, 8 Nopember 2020, 23:32 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Pembegal Kolonel (Mar) Pangestu Widiatmoko sudah ditangkap polisi. Penangkapan begal yang beraksi di kawasan Jakarta Pusat itu berdasar identifikasi rekaman CCTV. Kedua begal berinisial RHS (32) dan RY (39) yang merupakan warga Senen, Jakarta Pusat. "Yang satu menggunakan kaos merah dan celana jin, satu lagi menggunakan jaket putih dan celana jin," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana sambil menunjukkan foto pelaku saat melakukan pembegalan, Sabtu, 7 November 2020.

Kolonel (Mar) Pangestu Widiatmoko dibegal saat sedang bersepeda di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Senin, 26 Oktober 2020. Tas korban berusaha diambil, namun gagal. Kondisi Kol Pangestu sendiri terluka parah karena jatuh dari sepeda. "Pelaku menggunakan sepeda motor," kata Nana. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, pelaku begal terhadap Kolonel Pangestu tidak hanya RHS dan RY. Masih ada dua pelaku lain yang dikejar. Salah satu pelaku, yakni RY mengaku tidak mengetahui bahwa korban yang diincarnya merupakan anggota TNI.

Berita Terkait : Berulang Kali Beraksi, 3 Begal Sepeda Ditangkap Polda

Menurut Indonesia Police Watch (IPW) saat ini begal sedang trend. Terutama di wilayah hukum Polda metro Jaya. Ada tiga jenis begal di Jabodetabek yang sedang ini, yakni begal sepeda motor, begal payudara, dan begal sepeda. Ketiga begal ini punya karakter masing masing. Begal sepeda motor pelakunya cenderung membawa senjata tajam dan tujuannya mengambil sepeda motor korban. "Begal payudara korbannya adalah wanita dan pelakunya orang iseng. Sedangkan begal sepeda pelaku umumnya hanya mengambil tas korban dgn cara menjambret hingga korban tersungkur di jalanan," jelas Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane.

Trend begal sepeda sebenarnya baru muncul setelah tren bersepeda berkembang di tengah masa pandemic ini. Kebetulan ada kesempatan para begal untuk beraksi, karena banyak yang menaruh barang berharganya di tas selempang. Sehingga mudah ditarik. "Melihat ganasnya tren begal sepeda ini, sudah saatnya para pesepeda lebih waspada. Karena lokasi yang dianggap pengamanannya ketat, para begal sepeda juga berani beraksi," ungkapnya.

Berita Terkait : Diduga Korban Begal Motor, Kitfo Ditemuin Tewas di Pinggir Jalan


"Yakni jangan bersepeda sendirian di kawasan sepi dan jangan meletakkan tas di belakang tubuh. Antisipasi harus lebih dulu dilakukan, agar mereka tidak menjadi korban," jelasnya

Selain memetakan wilayah rawan begal sepeda dan menempatkan polisi di titik-titik rawan tersebut, Polri juga harus mengintensifkan patroli pada momen-momen pesepeda muncul, seperti di hari Sabtu dan Minggu.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal