LampuHijau.co.id - Sempat dikabarkan hilang dan dicari-cari ke sana ke mari. Atikotul Mahya akhirnya ditemukan. Naasnya wanita 28 tahun itu sudah tak bernyawa. Bunda Maya –sapaan akrab korban- ditemukan dalam kondisi tanpa busana di dalam sumur di rumahnya di Kelurahan Ciriung RT 03/04, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11). Wanita yang sehari-hari mengajar ngaji di salah satu Taman Pendidikan Alquran (TPA) itu dilaporkan hilang sejak Minggu (1/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Jasad Bunda Maya pertama kali ditemukan oleh Mulyadi (42) seorang tukang ledeng, yang diminta oleh suami korban, M Kurniawan untuk memeriksa sumur lantaran mencium bau tak sedap pada air yang dipompa dari dalam sumur. “Sumurnya mah masih tertutup tadi. Tapi, saya belum turun, saya senter dulu ke dalam sumur. Saya yakin banget itu manusia. Akhirnya nggak jadi turun saya langsung lapor ke suaminya dan lapor ke RT,” kata Mulyadi.
Selain menemukan mayat di dalam sumur, Mulyadi juga melihat ada bercak darah yang sudah mengering di sekitar sumur. Darah itu menempel di paralon yang terhubung ke sumur. “Kayaknya ada luka. Soalnya ada bekas darah,” tambah Mulyadi.
Jasad Bunda Maya dievakuasi oleh tim rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, sekitar pukul 10.30 WIB. Ketika dievakuasi, tidak ada pakaian pada tubuh korban. Mulyadi mengatakan, saat ini pihak Polsek Cibinong, Resor Bogor tengah meminta keterangan Kurniawan, suami korban. “Iya sekarang suaminya lagi di Polsek Cibinong,” ucap Mulyadi.
Bunda Maya diduga korban pembunuhan. Dugaan itu mencuat setelah warga menemukan bercak darah di lokasi kejadian. Selain itu, tetangga korban juga sempat mendengar suara jeritan perempuan pada malam kejadian sekitar pukul 22.00 WIB. Tetangga korban, Edi Mulyana (43) mengatakan, korban sempat mengikuti kegiatan Maulid Nabi di masjid sekitar pada Minggu malam (1/11). Setelah mengikuti acara Maulid Nabi, korban pulang ke rumahnya sekitar pukul pukul 21.30 WIB.
Edi melihat Bunda Maya itu pulang bersama dua anaknya yang berumur 4 tahun dan lima bulan. Ibu dan anak itu diantar seseorang menggunakan sepeda motor. Namun orang yang mengantar Bunda Maya dan anaknya tidak sampai ke depan rumah. Edi mengaku melihat Bunda Maya turun dari motor dan berjalan menuju ke rumahnya. Ia menggendong anaknya yang masih berusia lima bulan dan menuntun anaknya yang berusia 4 tahun.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, Pembangunan Apartemen Menara Swasana Berjalan Lancar
Saat itu, Edi sedang mengemasi barang di depan rumahnya. Edy tidak menaruh kecurigaan apapun. Selesai mengemas barang, Edi lalu ke dalam rumahnya. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara jeritan perempuan. “Iya ada jeritan sayup-sayup gitu. Terus saya ke dapur buat memperjelas. Tapi nggak kedengeran lagi jeritannya,” kata Edi.
Saat korban pulang ke rumah, suaminya M Kurniawan masih mengikuti kegiatan Maulid Nabi, karena kebetulan dia bertindak sebagai panitia sekaligus pembawa acara di acara tersebut. Kata Edi, warga bersama Kurniawan sempat mencari korban setelah pulang ke rumah. Suami korban pun harus mendobrak pintu rumah. “Karena biasanya kalau ketuk pintu dua kali sudah dibuka, tapi ternyata nggak ada jawaban. Akhirnya didobrak. Kalau saya sih nggak ikut mencari malam itu. Soalnya udah tidur,” kata Edi.
Keesokan harinya, Senin (3/11) Kurniawan bersama Edi berupaya mencari Bunda Maya, mereka juga sempat mencari keberadaan korban di dalam sumur, tapi karena gelap dan tidak membawa lampu senter, mereka tidak melihat apa-apa dan menutup sumur itu dengan beton seperti semula. “Pas melihat itu cuma sekilas. Nggak pakai senter juga. Jadi ditutup lagi,” jelas Edi. Baru pada Selasa (3/11) sekitar pukul 07.00 WIB, Kurniawan merasa ada yang aneh pada air di rumahnya. Ia memanggil Mulyadi, seorang tukang ledeng untuk memeriksanya. Saat Mulyadi membuka tutup sumur, dia sempat menyinari sumur dengan lampu senter dan melihat ada jasad manusia di dalamnya. (LHTJ)