Diduga Cabuli dan Tipu Dua Perempuan, Oknum Guru Agama di Sekolah Elite Bakal Dipolisikan

Senin, 2 Nopember 2020, 23:52 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Dua perempuan mengaku jadi korban pencabulan dan penipuan seorang oknum guru agama di salah satu sekolah elite di Jakarta Selatan berinisial RL. Didampingi kuasa hukumnya Harunul Iksan, kedua korban yakni DA (41) dan WN (38) berencana akan melaporkan RL (pelaku) ke Polres Jakarta Selatan. Dugaan keduanya, banyak perempuan lain yang menjadi korban RL. Kepada wartawan, Harunul Iksan mengatakan bahwa kedua korban sudah tak tahan lagi dan akan menyerahkan kasus ini ke berwajib agar tidak ada korban lagi. 

DA, karyawan swasta ini mengaku terkena bujuk rayu RL karena diimingi akan dinikahi. Ia percaya kepada RL karena diketahui profesinya adalah guru agama di salah satu sekolah elite di Jakarta Selatan. Bahkan DA mengaku bersedia berhubungan badan dengan RL karena semua janji-janji itu.  "Saya dibohongi karena dijanjikan akan dinikahi. Sehingga pada saat di rumahnya, dia mengajak saya berhubungan badan dan saya bersedia," kata DA sembari mengatakan bahwa saat itu di rumah RL ada juga istrinya. 

Menurut DA, RL kemudian mencampakannya begitu saja, saat tindakan cabulnya sudah diketahui anggota keluarga. “Jangankan dinikahi, saya malah dihina, muka saya dikatakan sudah tak memiliki cahaya lagi. Sakit hati ini,” papar DA. 


DA mengaku terperdaya oleh bujuk rayu RL karena sebagai seorang guru agama dan guru ngaji, dia menganggap RL tak mungkin bohong. “Saya mengenalnya dari majelis taklim yang dia menjadi gurunya sejak tahun 2009. Jadi saya percaya,” ujar DA. 

Baca juga : Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Bos Potong Kapal Dilaporkan ke Polisi


DA menambahkan RL pertama kali menyetubuhinya setelah dua bulan suaminya meninggal. Padahal dalam aturan agama, zinah diharamkan dan jika dinikahi, seorang wanita harus melewati masa idah setelah suami meninggal atau bercerai. “Saya mendengar banyak korban selain saya, jadi saya memberanikan diri untuk berencana melaporkan ke polisi karena tak ingin ada korban lain. Dia mudah mendekati korban dengan memanfaatkan statusnya sebagai guru agama dan guru ngaji," kata DA. 

Sementara korban kedua yakni WN, seorang guru SD. Menurut WN, RL sering merayunya untuk mengajak nikah. Padahal oknum guru ngaji itu, sudah tahu kalau dirinya punya suami sah. 
WN terperdaya oleh RL saat RL meminta uang pinjaman puluhan juta rupiah. Karena dia menghormati status RL sebagai guru agama dan guru ngaji untuk kalangan ibu-ibu di wilayahnya, ia bersedia memberikan pinjaman uang senilai puluhan juta rupiah. Uang itu diketahui digunakan RL untuk membeli mobil. "Dan beberpa saat kemudian, ketika ditagih, RL selalu mengelak," kata WN. 

WN mengaku tak habis pikir kenapa RL sering merayu dan mengajaknya menikah. "Padahal dia tahu saya sudah berkeluarga. Dia juga berbohong dan menipu, karena setelah meminjam uang saya ia tak mengaku dan tak mau mengembalikan. Guru agama dan guru ngaji macam apa itu,” kata WN. 

Baca juga : Diduga Lakukan Penipuan, Anak dan Ponakan Mantan Menag Dilapokan ke Polisi


Ia mengaku mengenal RL sejak 2015 dalam majelis taklim yang guru ngajinya adalah RL sendiri. WN mengungkapkan bukti-bukti transfer darinya ke RN, lengkap dan tercatat. Dia pun telah melayangkan somasi pada 1 Oktober 2020, tetapi hingga kini belum ada jawaban. “Dia terus merayu dan mengajak saya nikah dengan sering datang ke rumah saat suami saya sedang tak di rumah," kata WN. 

Kuasa Hukum kedua korban, Harunul Iksan, SH menyatakan akan mendampingi korban melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan pekan depan. Menurutnya tindakan RL harus dihentikan karena berbahaya dan merusak moralitas bangsa. “Bagaimana bisa seorang guru agama yang seharusnya menjaga moralitas bangsa, malah berbuat cabul dan menipu. Modusnya mencabuli korban dan menipu,” terang Iksan. 


Iksan mengaku telah mendengar banyak korban pencabulan dan penipuan RL. Dia berharap setelah dua kliennya melapor ke polisi akan menyusul korban lain yang berani bersaksi. Tujuannya agar tindakan asusila tidak berlanjut dan tidak muncul korban baru.(DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal