Cabuli Murid, Guru Les Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2020, 18:35 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Terdakwa M. Haris Tari (44) yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru bimbingan les divonis pidana 7 tahun penjara denda Rp 1 miliar atas kasus pencabulan terhadap muridnya yang berumur 12 tahun, di Pengadilan Negeri Depok dalam sidang yang digelar secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Nurkhamid menjerat Haris dengan dakwaan tunggal, yakni perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dikarenakan Haris berprofesi sebagai guru atau tenaga pendidik maka, ancaman pidana terhadap terdakwa menurut Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Berita Terkait : Miliki Ratusan Gram Ganja, Anow Divonis 6 Tahun Penjara

Sementara Pasal 82 Ayat (1) berbunyi, Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Sedangkan di dalam Pasal 76E dikatakan, Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Atas ancaman pidana yang dikenakan terhadap terdakwa, oleh karena itu JPU Ahmad Nurkhamid menjatuhkan pidana terhadap Haris dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar satu milyar rupiah subsidiair 10 (sepuluh) bulan kurungan.

Berita Terkait : Terbukti Cabuli Anak di Bawah Umur, Amir Dituntut 7 Tahun Penjara

JPU Ahmad menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana. Melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

"Terdakwa Haris telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata JPU saat pembacaan surat tuntutan.

Majelis Hakim PN Depok, Jawa Barat, yang dipimpin Yulinda Trimurti Asih Muryati dengan anggota Sri Rejeki Marsinta dan Eko Julianto dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan tuntutan JPU. "Menyatakan Terdakwa M. Haris Tari, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Berita Terkait : Tok! Fikri Salim dan Rina Yuliana Divonis 8 Tahun Penjara

“Memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul,” ujar Hakim Ketua Yulinda saat pembacaan amar putusan dalam sidang yang terbuka dan dibuka untuk umum.

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sejumlah Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dengan ketentuan apabilan denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan," tutur Yulinda. (HEN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal