LampuHijau.co.id - BG (21) pincang. Dia ditembak polisi di kedua bagian kakinya. Satu peluru bersarang di bagian betis kaki kanan dan satu lagi di telapak kaki kiri.
Spesialis begal terhadap pesepeda terpaksa dilumpuhkan anggota resmob Polsek Metro Menteng lantaran melawan dan kabur saat dilakukan pengembangan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dekat rel kereta Jalan Latuharihary, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/20) kemarin.
Padahal, polisi sudah memberikan 3 kali tembakan peringatan ke udara tapi BG tak perduli. Setelah peluru mendarat di kedua kaki pelaku, BG pun tersungkur kesakitan di dekat rel kereta api, Menteng.
BG pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diberikan pengobatan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto didampingi Kapolsektro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq mengatakan, aksi penjambretan yang dilakukan pelaku sempat viral di media sosial.
Baca juga : 4 Orang Spesialis Pencuri Sepeda Balap Diciduk Polres Depok
Untuk itu, tim reskrim Polsektro Menteng langsung melakukan tindak lanjut. Menurut Heru, kejadian bermula saat korban Miriam Elga Gena (33) seorang karyawati tengah gowes sepeda bersama rekannya Rifki Salim.
Mereka berangkat dari rumahnya di kawasan Pulo Asem pada jam 06.30 WIB dengan tujuan ke Epicentrum Kuningan. Saat melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, korban dan rekannya berhenti di jalan untuk beristirahat.
"Korban pun mengeluarkan handphone Iphone 11 pro dan dipegang di tangan kanan. Tiba-tiba dua orang penjambret berinisial BG dan A (DPO) datang menggunakan motor satria FU. Salah satu tersangka inisial BG yang dibonceng langsung merampas hp milik korban," ungkapnya saat menggelar pengungkapan kasus di Pospol Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/20).
Tarik menarik handphone pun terjadi antara korban dan pelaku. Korban berteriak histeris hingga mengundang pengendara lainnya yang melintas. Walhasil, korban berhasil menyelamatkan barang berharganya seharga 22 juta itu.
Baca juga : Dipecat Gegara Covid-19, AK Jadi Pengedar Sabu, Belum Juga Sukses, Eh Diringkus
Dengan tangan hampa, BG pun memilih kabur dibonceng motor temannya berinisial A karena situasi mulai ramai. Namun pelarian BG berhasil digagalkan rekan korban.
Kaos yang dipakai BG pun ditarik hingga pelaku jatuh ke aspal. Pelaku BG diamankan dan diserahkan ke Mapolsektro Menteng. Korban pun membuat laporan kepolisian. Kemudian pelaku diintrogasi oleh petugas.
Kasus dikembangkan untuk memburu rekannya yang masih buron. Dari pengakuan BG, dia sudah 7 kali menjambret di kawasan Menteng. Sasarannya pesepeda yang tengah bermain handphone mewah.
"Anggota melakukan olah TKP. Setelah olah TKP di Jalan Hos Cokroaminoto selesai, pelaku BG mengarahkan ke TKP kedua di Jalan Latuharihary. Tiba-tiba pelaku BG langsung keluar mobil dan kabur. Tiga kali tembakan peringatan ke udara diberikan anggota, pelaku tetap kabur. Akhirnya anggota terpaksa memberikan tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkan pelaku dibagian kaki," terangnya.
Baca juga : Ngaku Bisa Ngobatin Covid-19, Abah Malah Cabuli 10 Pasien
Sementara dari pengakuan BG, dia akan menggunakan uang hasil pencurian untuk membayar kontrakan rumah. Handphone biasanya dijual secara online.
Hingga kini, kasus masih dikembangkan Polsektro Menteng. Polisi juga masih memburu pelaku lainnya berinisial A (DPO). Sementara BG, dijerat Pasal 363 KUHP atas perbuatannya. (RKY)