LampuHijau.co.id - Terduga pelaku pemerkosaan di Bintaro yang ceritanya viral di media social ditangkap polisi. Pelakunya menurut polisi ciri-cirinya sama seperti yang terekam CCTV yang diungkap oleh korban. Pelaku berinisial Ri tersebut ditangkap di rumahnya di daerah Parigi, Pondok Aren semalam. "Pelaku sendiri ini sudah dilakukan penangkapan dan pengembangan terlebih dahulu untuk mencari fakta-fakta," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono.
Memang tidak langsung diumumkan oleh polisi karena masih mencari fakta-fakta penguat. Setelah dilakukan olah TKP dan bukti-bukti lainnya, polisi meyakini bahwa yang mereka tangkap memang pelaku pemerkosaan di Bintaro yang viral. "Pertama kita harus betul-betul memastikan identitasnya. Apa betul orang tersebut melakukan pidana ini dan alhamdulillah fakta-fakta menguatkan," kata Muharam.
Baca juga : Bos Besar Koboy Jakpus Ditangkap dan Minta Maaf
Kasus pemerkosaan tersebut sebenarnya sudah terjadi pada Agustus 2019. Karena setahun tidak ada progress, korban yang berinisial AF akhirnya menceritakan kejadian tersebut ke akun instagram-nya.
Kisahnya itu dia ungkap sambil menyertakan sebuah foto yang diyakininya sebagai pelaku. Foto tersebut merupakan tangkapan CCTV di sekitar rumahnya. AF mengungkap identitas terduga pelaku berinisial RI. Seusai kejadian itu, korban mencari CCTV dan mengumpulkan data-data soal pelaku. "Foto di atas adalah rekaman CCTV dan semua data terkonfirmasi yang aku kumpulkan tentang dia," ujar AF pada posting-an di akun Instagram,
Setelah melakukan perbuatan cabul, pelaku sempat menerornya kembali dengan mengiriminya pesan direct message Instagram. "Pada hari bersamaan, dia (pelaku) memutuskan untuk mengirimiku pesan, pertama meminta maaf, tetapi kemudian mengancamku lagi karena menurutnya 'dia membiarkanku hidup'. Dia menggunakan VPN untuk meneror IG lamaku," kata AF.
Baca juga : Jihan Fahira Akhirnya Minta Maaf ke Andre Taulany
AF mengunggah kisah mengerikan itu pada Sabtu, (8/8/2020) kemarin. Pemerkosaan itu terjadi pada 13 Agustus 2019 sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu ibu AF sudah pergi kerja, sementara dirinya masih tidur. Tetiba AF terbangun karena melihat sesosok bayangan. "Aku bangun dari yang aku percaya adalah mimpi buruk yang jadi kenyataan. Ibuku sudah pergi bekerja pada tanggal 13 Agustus, sekitar pukul 09.30 pagi. Seseorang tampaknya sengaja membangunkanku dan aku lihat bayangan tinggi keluar meninggalkan kamarku," kata AF di akun Instagram-nya, Sabtu (8/8/2020).
Saat melihat bayangan, AF mengatakan dirinya belum sadar sepenuhnya pasca bangun dari tidur. Ia mengikuti bayangan yang ternyata bersembunyi di pojok ruangan. Namun, pelaku memukul kepala AF, hingga hampir tak sadarkan diri. "Sebelum aku mampu bereaksi, dia memukuliku beberapa kali--dengan benda yang aku yakini sepotong besi--hingga kepala ku berdarah dan nyaris pingsan di lantai dengan luka di kepala hingga bahu," imbuhnya.
Di tangan pelaku, AF mengaku ada sebilah pisau. AF meminta agar tak dibunuh, namun pelaku meminta AF diam lalu melakukan pelecehan seksual kepada AF. "Aku melihat dia memegang pisau dan aku memohon kepadanya untuk tidak membunuhku, dia menyuruhku untuk diam dan langsung memperkosaku," katanya. Usai melampiaskan hasrat seksualnya, pelaku pergi. Pelaku juga mengancam AF untuk tidak keluar rumah. Setelah dipastikan pelaku keluar, AF keluar rumah dan dia tidak melihat lagi sosok pelaku. Dia teriak minta tolong kepada tetangga. "Di hari yang sama, saya ke rumah sakit dan membuat laporan ke polisi," tuturnya. (MW/NET)