Tas Isi Duit 4 Juta Lebih, HP & Jimat Dirampas Begal (Bang Toyib Ikhlas, Asal Jimatnya Nggak Disalahgunain)

Minggu, 9 Agustus 2020, 23:44 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Seorang pedagang bumbu masak di Pasar Kemiri bernama Toyib (58) dibegal tiga orang tak dikenal di RT 3 RW 15,  Beji, Depok. Lokasi perampokan itu terjadi hanya berjarak 300 meter dari rumah korban. Saat itu korban bermaksud pergi ke pasar dengan mengenderai sepeda motor. Toyib dihadang pelaku dan dipukul di bagian kepala sehingga korban terjatuh dari sepeda motornya. Berdasarkan pengakuan korban Toyib, peristiwa perampokan yang dialaminya pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 02.00 WIB, saat baru berangkat mau ke Pasar Kemir.

“Pelaku menggunakan motor jenis Honda Supra X hitam berboncengan tiga orang dari arah belakang langsung memukul menggunakan batu besar beberapa kali ke kepala,” ujarnya, kemarin.
Tas slempang hitam milik korban yang berhasil diambil para pelaku berisi surat-surat kendaraan, jimat, dan uang Rp 4,5 juta. “Selain surat kendaraan, HP, juga ada jimat dari pemberian orang tua berupa sabuk, cincin, dan gelang tangan khusus pembelian dari orang tua buat pelindung diri juga raib diambil pelaku bersama tas," katanya.

Baca juga : 6 Komplotan Begal Berhasil Diringkus Buser Polsek Cempaka Putih


Toyib menambahkan peristiwa begal baru pertama kali terjadi setelah selama 20 tinggal dan memang rutin melewati jalan pintas menuju pintu masuk Pasar Kemiri. “Baru pertama kalinya selama 20 tahun saya melewati jalan situ terus baru hari ini kejadian begal dan korbannya saya sendiri,” ucapnya.

Pada waktu kejadian Toyib sempat berteriak minta tolong, namun karena kebetulan situasi sedang sepi tidak ada yang menolong. “Biasa juga jalan di sekitar kejadian biasa ramai baru ini saja sepi selain itu gelap juga jadi tidak terliat jelas ciri-ciri pelaku,” tuturnya.

Baca juga : Binor (Mantan Pas SMP) Nolak Diajak Balikan, Cowok KZL, Rumahnya Dibakar (Suami, Anak & Ibu Binor Luka) 


Meski sudah mengiklaskan uang Rp 4,5 juta dan HP yang diambil sama pelaku. Namun Toyib mengkhawatirkan jimat dari pemberian orang tua takut disalah gunakan sama pelaku. “Takut disalahgunakan saja jika pelaku menggunakannya buat hal tidak diinginkan,” tuturnya.

Meski demikian Toyib berusaha meminta bantuan dari guru spritualnya ilmu kebatinan meminta agar jimatnya tersebut dapat kembali. Biasa jika jalan jauh jimat digunakan sebagai pelindung diri saja. “Ini karena hanya mau ke pasar dan jaraknya deket jadi tidak digunakan untung nyawa saya berhasil selamat dari keprukan batu pelaku sebanyak empat kali tidak membuat saya pingsan,” katanya. Akibat peristiwa tersebut, Toyib melaporkan musibah yang dialaminya ke Polsek Metro Beji. (HEN)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal