Ditresnarkoba PMJ Ungkap Sabu 11,82 kg dan Pabrik Liquid Vape

Senin, 29 Juni 2020, 20:36 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus peredaran narkotika selama dua minggu terakhir di bulan Juni. Polisi mengungkap kasus Home industri liquid vape dan tembakau gorila (sintetis) yang mengandung narkotika.

Polda juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu 11,83 kg, petugas berhasil mengamankan 4 orang pelaku berinisial MJ alis Jaja, ER, MA, dan R di dua TKP berbeda.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, di masa pandemi Covid-19, jajarannya tidak hentinya mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Di masa Pandemi covid-19, selama dua minggu terakhir pengungkapan narkoba terus bisa kita ungkap, tingkat pengungkapan narkoba cukup tinggi antara 15-20 setiap hari. Komitmen kami terkait narkoba, untuk zero narkoba khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Nana kepada Wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/06/2020).

Berita Terkait : Kurangi Antrean di Satpas SIM, Polda Operasikan 8 Gerai di Mal

Kasus home industri liquid vape dan tembakau gorila yang mengandung narkotika, yang dilakukan sindikat antar provinsi Jakarta-Bali dan dikendalikan dibalik lembaga pemasyarakatan (Lapas). “Mereka memasarkan barang haram tersebut melalui online. Pengungkapan kasus hasil dari pengembangan yg dilakukan subdit 1 Ditresnarkoba PMJ, dikendalikan napi lapas yg berada di lapas Bali berinisial K,” ujar Nana.

Pengguna liquid dan tembakau gorila, Nana mengatakan didominasi oleh anak muda di berbagai wilayah di Indonesia. “Jaringan sindikat (tembakau dan liquid sintetis) antar provinsi ini, mereka menyasar di wilayah Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Bali. Menariknya untuk liquid Vape dan tembakau gorila lebih banyak dikonsumsi anak-anak muda,” katanya.

Kasus peredaran tersebut terbongkar berawal dari tertangkapnya FH pada tanggal 12 Juni lalu di wilayah Cawang dengan barang bukti 5 botol liquid mengandung narkotika. “Dari hasil pengembangan, pelaku FH mengaku barang (liquid) tersebut didapatkannya dari provinsi Bali,” ungkap Nana.

Polisi kemudian berhasil mengamankan 7 orang pelaku berinisial AAN, IK Nika , AAP, ANA AEP, dan K di daerah Badung, Bali pada tanggal (21/06). “Mereka ditangkap di lima TKP berbeda di wilayah Bali, salah satu TKP di perumahan Regency Badung, Bali ditemukan produksi pembuatan (home industri) tembakau sintetis dengan tersangka NK,” lanjut Nana.

Berita Terkait : Pada Saat Pandemik Covid 19, Polda Sergap 26 Pemain Judi Sabung Ayam dari Bekasi

Nana menjelaskan, bahan baku tembakau gorila didapatkan dari salah satu tersangka penghuni Lapas yang berada di Bali. “Dalam memproduksi tembakau sintetis atau bibit tembakau dari TSK K, penghuni lapas di Bali, barang tersebut diperoleh dari Tiongkok. Mereka memasarkan bibit tembakau sintetis dibantu tsk AP, AAN, AEP melalui online,” tandasnya.

Dari kelima TKP di Bali, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tembakau sintetis sebanyak 24 kg, Liquid Vape 7 liter, serbuk canabinoid atau bibit tembakau sintetis 500 gram. “Terkait pengungkapan narkotika jenis sabu dan dalam waktu dua Minggu terakhir, Ditresnarkoba PMJ kembali mengungkap narkotika jenis sabu dengan berat total 11, 82 kg,” kata Nana.

Kasus tersebut terungkap dari dua TKP yang berbeda di daerah Tangerang Selatan dan Depok pada bulan Juni. “Di TKP pertama ada dua tersangka MJ alias Jaja dan ER kami dapatkan sabu seberat 8.82 kg. Kemudian di TKP ke dua MA dan R kami dapatkan 3 kg, total semua barang bukti 11,82 kg sabu ,” ujar Nana.

Barang haram tersebut dikatakan oleh Kapolda, diselundupkan di shockbreaker depan mobil, kemudian di parkirkan di wilayah Tangerang Selatan. “Dari awal tersangka sudah target operasi (TO), setelah sekian lama akhirnya dapat terungkap, anggota kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumahnya,” ungkap Nana.

Berita Terkait : Ditreskrimum PMJ Pantau PSBB dan Salurkan 200 Paket Sembako di Jakpus

Kemudian untuk TKP kedua di daerah Depok, petugas berhasil mengamankan pelaku berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi peredaran narkoba jenis sabu. “Dari hasil penyelidikan , benar telah terjadi penyalahgunaan narkotika jenis sabu, kemudian dilakukan penggeledahan di tersebut dan di dapatkan 3 kg sabu,” tambah Nana.

Dari keterangan tersangka, barang haram tersebut didapatkan nya dari Iran. “Sabu tersebut didapatkan tersangka dari negara Iran, kami masih mengembangkan,” kata Nana.

Untuk pasal yang disangkakan, Kapolda mengatakan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subs pasal 112 Jo pasal 132. “Dengan ancaman pidananya penjara maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,”ucapnya.

Selanjutnya, Kapolda berkomitmen menjadikan Jakarta bebas dari narkotika atau zero narcotic. “Ini adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh anggota dalam komitmen kita utk zero narkoba. Walaupun faktanya seperti itu kita tangkapi, tapi narkoba tidak habis-habis. Tetap kita akan lakukan tindakan terhadap para pelaku,” pungkasnya. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal