Percaya Sama Weton, Beraksi Tiap Tanggal 6

3 Rampok Toko Emas di Jakbar Ditembak Mati

Selasa, 14 April 2020, 19:10 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Lima orang perampok toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat ditangkap polisi. Tiga pelaku tewas tertembak polisi karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Dua lainnya hidup. Yang menarik, mereka beraksi dengan memperhatikan penanggalan. Dan selalu beraksi tiap tanggal 6.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku disebut sebagai kelompok 'wetonan' karena beraksi dengan memperhatikan penanggalan sesuai kepercayaan mereka. Dengan memperhatikan penanggalan itu mereka percaya akan terhindar dari kesialan. Sebelum beraksi mereka menghitung tanggal yang tepat untuk melakukan aksi hingga menentukan di mana harus bersembunyi agar tidak tertangkap. "Ini kepercayaan yang mereka anut. Para pelaku ini adalah kelompok yang biasa menamakan dirinya wetonan. Jadi mereka beraksi tiap tanggal 6," kata Kombes Yusri Yunus, Senin (13/4/2020).


Komplotan rampok emas tersebut beranggotakan 5 orang ini dikepalai tersangka T. T tewas dalam penangkapan polisi pada Sabtu (11/4) malam. "Tersangka inisial T alias D ini kaptennya, dia eksekutor dan pengatur dari segala bentuk kejahatan perampokan kelompok ini," ungkap Yusri.

Baca juga : Agar Aman & Nyaman Saat Natal & Tahun Baru, Ribuan Bandit Jalanan Diamankan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, saat ditangkap para pelaku melakukan perlawanan dan sempat terjadi adu tembak dengan polisi. "Ada perlawanan dari para pelaku dengan menembaki anggota, sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur. Tiga orang meninggal dunia, dua luka tembak," kata Kompol Arsya.
Para pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda pada Sabtu (11/4) malam hingga Minggu (12/4) dini hari. Satu pelaku ditangkap di kawasan Kembangan, Jakarta Barat dan empat lainnya ditangkap di Sawangan, Depok yang disinyalir sebagai markas mereka.

Terakhir mereka beraksi merampok toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (6/4) siang. Pelaku datang dengan menaiki sepeda motor ke lokasi. Saat itu toko emas tersebut baru saja buka. Ada pelaku yang menunggu di atas motor ada juga yang masuk ke dalam toko. Mereka kemudian menodongkan senjata api jenis revolver kepada pemilik toko dan menggondol sejumlah perhiasan emas dan perak. Kerugian sebesar Rp 400 juta.


Setelah merampok, komplotan ini lari di Jawa Tengah. Hal ini juga dipercayai oleh kelompok tersebut untuk membuang sial agar tidak tertangkap polisi. "Dia juga percaya setiap usai lakukan kejahatan dia harus berangkat ke Jateng, harus masuk ke Jateng dulu, kalau masuk ke sana itu mereka anggap buang sial dan tidak akan tertangkap, tetapi terakhir yang dilakukan mereka berupaya ke Jateng," jelasnya.

Baca juga : Perampok Toko Kambuhan Ditembak Mati Polisi

Dari hasil penyelidikan komplotan tersebut sudah beraksi sebanyak 4 kali di beberapa lokasi yakni di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kalimantan, sejak tahun 2019. "Telah beberapa kali melakukan perampokan, di beberapa tempat lintas provinsi," kata Kombes Yusri Yunus. Perampokan pertama pernah terjadi di Kalimantan, kemudian di Jawa Tengah, dan di DKI Jakarta. "Di beberapa tempat lintas provinsi, pertama di Kalimantan, sepanjang Jawa daerah Pantura, kemudian yang kalau teman ingat sekitar tanggal 6 Desember 2019 terjadi perampokan di toko emas Eropa di Kemayoran Jakarta Pusat, ini juga pelakunya yang sempat dilidik (diselidiki), kelompok ini yang gasak toko emas 'Eropa' saat itu. ada beberapa tempat juga, mereka telah lakukan 4 kali pengakuannya," ungkap Yusri. 

Sementara itu, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru mengatakan para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata api hingga senjata tajam. "Mereka gunakan senpi jenis revolver ini adalah senpinya memang rakitan, tapi pelurunya adalah peluru asli, peluru pabrik dan mematikan, dan mereka termasuk kelompok yang tak segan melakukan penembakan jika korban melawan," ujar Audie.(LHTJ)


 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal