12 Pelaku Jaringan Tembakau Gorila Lewat Online Disergap Polisi

Jumat, 3 April 2020, 13:13 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Sekitar 12 pelaku distribusi dan transaksi narkoba lewat online berhasil diungkap Sub Direktorat I Dit Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2020). Modus baru produksi narkoba jenis tembakau gorila industri rumahan (home industry), dengan distribusi menggunakan media sosial dan transaksinya ini memanfaatkan mata uang virtual bitcoin.

"Operasi berlangsung antara 26-31 Maret 2020 meliputi home industry tembakau gorila jaringan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda, Jumat (3/4/2020).

Baca juga : Sindikat Perdagangan Orang Di Tangerang Dibongkar Polisi

Secara khusus Yusri menyebut, jaringan itu membentang di Jakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Tangerang Selatan, dan Cirebon. Menurut Yusri, jaringan tembakau gorila ini memanfaatkan media sosial Instagram untuk berkomunikasi. Selanjutnya transaksi jual-beli barang laknat itu memanfaatkan bitcoin.

"Pengirimannya menggunakan jasa kurir seperti belanja online," ungkapnya.

Baca juga : Kasus Dugaan Penganiyaan oleh Majikan di Bintaro Dipolisikan

Sedangkan produk narkoba yang ditransaksikan adalah biit cannabinoid (ganja) yang dicampur dengan tembakau, sehingga menghasilkan tembakau gorila. "Pengirimannya disamarkan dengan mencampurkannya dengan paket makanan ringan," ungkap Yusri.

Dari operasi Subdit I Reserse Narkoba Polda Metro ini, petugas menangkap 12 tersangka dari berbagai kota. "Sedangkan barang nukti yang disita antara lain tujuh kg bibit cannabinoid dan 10 kg tembakau gorila siap edar," ujarnya.

Baca juga : Pelaku Penipuan Bank Garansi Dibekuk Jajaran Polda Metro Jaya

Lima tersangka ditangkap di sebuah apartemen di Tangerang Selatan, Banten. Mereka di antaranya DS, RA, AS, MI, R. Dari penangkapan itu terungkap jaringan lebih besar di Bandung Barat dan Kabupaten Bandung dengan tersangka SP, SD, DS, R, dan AH. Sedangkan di Cirebon, petugas menangap satu tersangka berinisial SP.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidananya penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal