Wartawan Digebuki, Diduga Pelakunya Calo-calo SIM Satpas Daan Mogot 

Rabu, 29 Januari 2020, 22:49 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Jurnalis media online tribratanews.id, Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori menjadi korban pengeroyokan oleh para pelaku yang diduga calo di Satpas SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/1). Akibatnya Yori babak belur dan wajahnya luka-luka hingga berdarah. Yori sempat menjalani perawatan medis di klinik terdekat dan dirujuk ke RSUD Cengkareng.

Menurut keterangan Yori,  saat itu dia datang ke SATPAS SIM dengan tujuan membuat SIM C. Sampai di lokasi dia ditawarin oleh dua orang tidak dikenal dalam pembuatan SIM, namun Yori menolak dan langsung melaporkan ke petugas kepolisian (TIM SUS), kemudian dua orang tersebut diamankan dan didata.
"Setelah itu saya ke warung kantin nomer 3 dan saat duduk terlihat satu orang di atas motor menatap saya dengan jarak pandang kurang lebih enam meter. Kemudian sekitar pukul 13.15 WIB saya pulang dengan mengendarai motor dengan melintas di depan masjid, tiba-tiba diikuti oleh dua orang dengan mengendarai motor, " ujar Yori. 


Tidak sampai di situ,  saat keluar dari  gerbang SATPAS terlihat beberapa motor mengikuti korban. "Di TKP sekitar 100 meteran di luar SATPAS motor saya dipepet, pelaku menanyakan ke saya 'kenapa lu lapor-lapor keluarga gue'. Lalu saat bersamaan satu motor menabrak motor saya  dan langsung  keroyok.  Saya tersungkur di got lalu para pelaku melarikan diri," terangnya. 

Baca juga : Pengeroyok Wartawan Tribrata di Satpas SIM Daan Mogot Ternyata Bukan Calo

Tak butuh waktu lama, Polsek Cengkareng akhirnya meringkus 6 orang pelaku pengeroyokan.  Kapolsek Cengkareng, Kompol H. Khoiri menjelaskan, pihaknya yang mendapatkan informasi adanya tindak pidana pengeroyokan langsung mendatangi lokasi kejadian. "Memang betul kami dapat laporan dari masyarakat dan media dapat tindak pidana mengecek langsung TKP setelah kami cek ternayta betul," ujar dia di Mapolsek Cengkareng,  Rabu (29/1).

Total pelaku yang ditangkap ada 8 orang. Dua ditangkap sama Timsus Satpas SIM dan 6 orang ditangkap Polsek Cengkareng. Kini para pelaku masih diperiksa secara intensif oleh Penyidik Polsek Cengkareng. "Kita masih dalami delapan orang. Karena di sini ada yang dituakan," tutur dia.


Pihaknya juga akan kembali menyisir lokasi kejadian guna mencari barang bukti benda tumpul yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Sehingga ia juga belum bisa memberikan keterangan kronologis kejadian tersebut. "Masih penyelidikan. Kami akan sisir kembali," tandasnya.

Baca juga : Sudah Sorotan Publik, Ilal: Demi Tegaknya Hukum, Santoso Harus Ditahan

Kasie SIM Daan Mogot Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin menegaskan, bahwa peristiwa pengeroyokan terhadap wartawan bernama Yohanes Riadi (Yori) pada Rabu (29/1) siang bukan terjadi di lingkungan kantornya. Menurut dia, aksi pengeroyokan itu terjadi di Jalan Daan Mogot Km 11 tepatnya sebelum JPO Halte TransJakarta Daan Mogot.

"Kejadianya setelah kami konfirmasi dan sama-sama lakukan pengecekan bersama korban dan petugas Polsek Cengkareng, lokasinya ada di Jalan Daan Mogot km 11, di Jalan Raya bukan di dalam (Satpas SIM). Itu dari Satpas jaraknya perkiraan 200 meter. Di pinggir Jalan Raya Daan Mogot, ke arah flyover itu," tegas dia di Mapolsek Cengkareng Rabu (29/1).


Pihaknya juga akan memperketat keamanan di Satpas SIM untuk mengantisipasi dugaan calo. Sebab, selama ini di Satpas SIM Daan Mogot sudah bebas dari aksi percaloan. "Pasti kita akan perketat. Karena selama ini setiap ada laporan yang meresahkan atau mau coba-coba menjadi calo kami langsung tangkap. Kami menegaskan tidak mentolelir aksi percaloan dan kami pasti akan tindak tegas dengan menangkap dan proses," tegas dia.(FRK)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal