Polres Tangsel Diserang Hoax Gelapkan 20 Kg Barbuk Sabu, Dit Siber Turun Tangan

Ilustrasi. (Net)
Senin, 22 Desember 2025, 18:03 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Polres Tangsel diserang isu hoax di sejumlah platform media sosial. Pengunggah menuding kepolisian setempat menggelapkan barang bukti sabu 20 Kg. 

Laporan kalipertama diunggah di platform TikTok dan YouTube oleh akun @perisaikeberanaranindonesia.

Unggahan video berisi tudingan penggelapan 20 kilogram sabu dalam penanganan perkara narkotika di wilayah Kedaung, Kota Tangerang Selatan.

Ade Kurniawan, saksi penangkapan kasus narkotika Polres Tangsel menepis tudingan akun tersebut. Menurutnya narasi yang disampaikan tidak sesuai fakta alias Hoax.

Baca juga : Polresta Cirebon Bekuk 2 Pengedar Sabu di Tengah Tani

Ade menegaskan dirinya merupakan saksi langsung dalam seluruh rangkaian proses penangkapan, penggeledahan, hingga penghitungan barang bukti narkotika di rumah terduga bandar yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya menyaksikan langsung proses penghitungan barang bukti. Jumlahnya 30 bungkus, dengan perkiraan berat masing-masing sekitar satu kilogram. Jadi tidak benar kalau disebut ada 50 kilogram atau ada 20 kilogram yang digelapkan,” tegas Ade.

Ia menjelaskan, seluruh barang bukti ditemukan di dalam koper yang masih terkunci dan baru dibuka secara paksa oleh penyidik, dengan disaksikan langsung oleh dirinya sebagai warga setempat yang diminta mendampingi proses tersebut.

Menurut Ade, video viral tersebut telah merugikan dirinya secara pribadi. Sebab, kesaksian yang telah ia sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) seolah-olah dianggap tidak benar.

Baca juga : Gandeng Mawar Sharon, Polres Tangerang Kota Salurkan 1000 Paket Pangan Gratis

“Dengan adanya video itu, kesaksian saya seakan-akan dianggap bohong. Padahal saya melihat dan menyaksikan langsung seluruh prosesnya,” ujarnya.

Ade Kurniawan melalui kuasa hukumnya melaporkan pembuat sekaligus pengunggah video berinisial MS ke Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2025. Laporan tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kuasa hukum Ade, Isram, menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan sangkaan Pasal 45 ayat (6) juncto Pasal 27A UU ITE, serta Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.

“Klien kami dirugikan karena video tersebut menyebarkan informasi yang tidak benar," jelas Isram.

Baca juga : Sudah Inkrah, Kejari Kota Tangerang Musnahkan Barbuk Narkoba Hingga Senpi

Ia juga menegaskan bahwa pihak yang mengunggah video tersebut tidak berada di lokasi kejadian dan tidak menyaksikan langsung proses penangkapan maupun penghitungan barang bukti narkotika.

Karena itu, Ia berharap kepolisian dapat menangani perkara ini secara objektif dan profesional agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya benar, ditangani Siber,” singkatnya. (WAH)

 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal