Suporter Indonesia Dianiaya di Malaysia

Indonesia Jangan Diam, Ganyang Malaysia Sekarang Juga

Jumat, 22 Nopember 2019, 21:47 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Beredar video suporter Indonesia yang dianiaya di Malaysia usai pertandingan sepakbola kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang mempertemukan timnas Indonesia melawan Malaysia. Pihak Kemnepora menyatakan peristiwa itu benar adanya. Sontak saja, warga Indonesia marah. Lewat media sosial, ratusan ribu orang Indonesia menyerukan Ganyang Malaysia. Bahkan tagar #ganyangmalaysia sempat trending topic. 


Penganiayaan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019),  itu memicu kemarahan banyak orang. Warganet menyerukan tagar #GanyangMalaysia dan #shameonyousaddiq untuk menanggapi hal tersebut. Dan ternyata bukan hanya pengeroyokan namun juga ada penusukan. Jumat (22/11/2019), #GanyangMalaysia berada di puncak trending topic Twitter Indonesia. Sementara #shameonyousaddiq di posisi keempat.  Banyak warganet menyampaikan kegeraman mereka terhadap para pelaku dan Menpora Malaysia, Syed Saddiq. Mereka menuntut Syed Saddiq meminta maaf atas ulah pendukung Malaysia tersebut. Sejauh ini Menpora Malaysia Syed Saddiq hanya menyuruh korban membuat laporan kepolisian dan tidak menyampaikan permohonan maaf.


"Kalau ada pihak yang dipukul, tolong suruh dia buat laporan ke pihak polis. We will ensure that there will be a proper & transparent investigation. Keadilan adalah untuk semua, tidak kira dari Malaysia atau Indonesia," tulisnya di akun resmi Twitter miliknya.


"Shame on you @syedsaddiq #GanyangMalaysia," tulis @eko_al_kawisky.

Baca juga : Bubarkan Balap Liar di Tangerang, 2 Pemuda Dikeroyok, 1 Meninggal Dunia


"Bukti kebiadaban suporter malaysia.udah dikonfirmasi kebenaran videonya. Kronologis singkatnya, jadi si korban naik taksol di malaysia, lalu sama supirnya malah dibawa ke gerombolan suporter malaysia yg udah siap berkumpul, kemudian diturunkan paksa di lokasi tersebut. #GanyangMalaysia," kicau pemilik akun @ibnuabdillahh.
"I dont wanna say anythingBut Astaghfirullah.... Malaysia IS FULL OF SHIT #GanyangMalaysia," tulis cucupetani.


Sementara itu Kemenpora RI kemarin mengirimkan Nota Keberatan kepada Kementerian Belia dan Sukan (Kemenpora Malaysia) atas peristiwa itu. Sesmenpora RI Gatot S. Dewabroto menyatakan sudah melihat video penganiayaan suporter Malaysia kepada suporter Indonesia dan pihaknya memastikan video yang beredar bukanlah hoaks. 
’’Kejadian ini sudah viral. Saya yakin kejadian tersebut bukan hoaks ya. Saya sebagai orang yang pernah dibesarkan di lingkungan TI bisa membedakan foto video croping tersebut hoaks atau tidak. Saya punya kemampuannya. Itu bukan hoaks,’’ ujarnya.


Karean itulah ada tiga sikap yang akan dilakukan Kemepora RI. Yang pertama adalah mengecam keras peristiwa tersebut. Atas nama pemerintah, Gatot mengutuk keras tindakan brutal dari suporter Malaysia itu. Sikap yang kedua, Kemenpora RI ingin PSSI meminta pertanggungjawaban dari FAM (PSSI-nya Malaysia) untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut secara jelas. ’’Karena tempo hari di GBK, yang melapor ke FIFA itu pihak PSSI-nya Malaysia. Kalau ini benar-benar terjadi, PSSI jangan diam, lapor juga ke FIFA,’’ ucapnya.


Selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kuala Lumpur. Pihaknya sudah meminta konfirmasi dan penjelasan. ’’Ada protapnya. Kalau memang ada kejadian, informasinya harus jelas. Lantas memberikan perlindungan hukum dan yang ketiga memperjuangkan hak secara langsung,’’ jelasnya.

Baca juga : Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi Marak Lagi


Dia meminta Malaysia merespons dengan baik peristiwa brutal suporter Malaysia itu. Sebab, di GBK pada 5 September lalu, Kemenpora RI, yakni Imam Nahrawi, langsung meminta maaf kepada Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq. ’’Hal-hal seperti itu harus segera diselesaikan, padahal Pak Imam sudah minta maaf. Jadi klir. Sekarang hak dari Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban,’’ ungkapnya.


Nanti, ketika nota keberatan sudah dikirim dan tetap tidak ada respons, Gatot akan melaporkan hal tersebut kepada Kementerian Luar Negeri RI. Sebab, itu sudah masuk ranah diplomatik antara Indonesia dan Malaysia. ’’Biarkan itu urusan di sana. Kami tidak tahu menunggu kapan, yang jelas secepatnya,’’ ujarnya.


Gatot sebenarnya sudah menelepon Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur Yusron B. Ambary. Dalam pembicaran melalui telepon Yusron menjelaskan duduk perkara sebenarnya mengenai adanya video penganiayaan oleh suporter Malaysia itu. Dia membenarkan bahwa peristiwa itu benar adanya. ’’Tapi kejadiannya malam hari sebelum pertandingan, di daerah Bukit Bintang. Korbannya juga sudah datang ke KBRI,’’ ungkapnya.


Nah, ketika datang ke KBRI, pihaknya membantu membuat SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Dia juga sudah meminta korban yang diketahuinya bernama Fuad itu untuk ke Imigrasi mengurus surat bernama spesial pass. ’’Tasnya dirampas memang, ada paspor. Jadi kami bantu untuk mengurus itu pak,’’ bebernya kepada Gatot.
Mengenai adanya informasi WNI meninggal karena ditusuk oleh suporter Malaysia, Yusron mengungkapkan itu tidak benar. Dia hanya membenarkan memang ada suporter Indonesia yang hampir ditusuk oleh suporter Malaysia. ’’Tapi bisa ditangkis dengan tangan, tangannya saja sobek,’’ tambahnya.

Baca juga : 45 Jamaah Umroh Asal Bontang Ketipu Travel Bodong


Soal adanya 3 WNI alias suporter Indonesia yang ditahan oleh kepolisian Malaysia, dia tidak menampiknya. Namun, penangkapan itu bukan terkait kerusuhan. ’’Ditangkap terkait berita hoaks yang dikirim ke medsos. Di Malaysia ada UU untuk pencegahan, jadi apapun yang membuat gaduh di sosial media bisa ditangkap,’’ bebernya.
Yusron menambahkan, sejauh ini memang belum ada informasi ada WNI yang tewas akibat ulah suporter Malaysia. Tapi pihak KBRI di Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi untuk mencari kebenaran hal tersebut. 

Seperti diketahui Indonesia dan Malaysia meski bertetangga memang merupakan musuh bebuyutan. Terutama dalam sepakbola. Pertandingan kedua timnas pasti akan berlangsung seru dan penuh drama, termasuk suporternya. Sebagian warga Indonesia memang kesal dengan Malaysia yang sering embuat gara-gara terhadap Indonesia. Mislanya soal klaim batik, klaim wilayah dan lain-lain.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal