Pokja Wartawan Tangerang Raya Kecam Keras Pemukulan Ajudan Kapolri Kepada Wartawan di Semarang

Senin, 7 April 2025, 10:09 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Insiden pemukulan wartawan oleh ajudan Kapolri kepada jurnalis di Semarang menuai kecaman luas dari berbagai komunitas pers di tanah air, tak terkecuali kelompok kerja wartawan yang ada di Tangerang.

"Intinya kami menyesalkan insiden tersebut yang kita nilai terlalu berlebihan dalam menyikapi kehadiran jurnalis pada kegiatan tersebut," ujar Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya (WHTR) Mus Mulyadi dalam keterangan persnya, Senin (7/4/2025).

Menurutnya, kepolisian sebagai mitra kerja strategis pers bisa merespon kejadian itu dengan bijak, tidak dengan memakai cara kekerasan.

Baca juga : Iwakum Kecam Keras Pemukulan dan Intimidasi Ajudan Kapolri kepada Jurnalis di Semarang

Oleh karena itu, Mus Mulyadi mendesak Polri segera mengevaluasi oknum ajudan tersebut karena jika tidak akan mencoreng sinergitas jurnalis dan Polri yang selama ini sudah terjalin dengan baik mulai tingkat Polsek.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf atas insiden tersebut.

“Secara pribadi, saya meminta maaf atas insiden yang terjadi dan telah membuat rekan-rekan media merasa tidak nyaman,” ujar Kapolri Listyo Sigit saat dihubungi melalui pesan singkat.

Baca juga : Warga Kota Tangerang Sambut Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan Secara Meriah

Kapolri berjanji akan menelusuri kejadian tersebut, dan jika benar terjadi pemukulan, maka Kapolri akan mengambil tindakan tegas.

Kejadian tersebut berlangsung saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4) sore.

Kala itu, Kapolri mendatangi salah satu penumpang yang duduk di kursi roda di dalam area stasiun. 

Baca juga : Sari Ater Hot Springs Ciater Subang Kembali Beri Bantuan Makanan Bergizi kepada 13 Anak Stunting di Desa Sanca

Sejumlah jurnalis dari berbagai media, termasuk pewarta foto dan tim humas dari sejumlah lembaga, tengah meliput dan mengambil gambar dari jarak yang wajar.

Namun tiba- tiba ajudan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu melakukan aksi arogan dengan memukul kepala seorang jurnalis bahkan mengancam jurnalis lain dengan kalimat, 'Kalian pers, saya tempeleng satu-satu'.

Sejumlah jurnalis juga mengaku didorong dan diintimidasi, bahkan terdapat jurnalis yang sempat dicekik. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal