LampuHijau.co.id - Kasus pengeroyokan yang menimpa korban M. Arudin Salim (33) di dalam Moonlight Cafe, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (7/9/2019) lalu, sampai saat ini masih dalam pengembangan Satreskrim Polrestro Jakarta Utara. Korban yang mengalami sejumlah luka dibagian wajah telah membuat laporan kepolisian dengan nomor: LPB/790/K/IX/2019/PMJ/RESJU pada 7 September 2019.
Sebulan berlalu, Satreskrim Polrestro Jakarta Utara akhirnya berhasil menangkap salah satu dari tiga pelaku pengeroyokan. Menurut korban, M. Arudin Salim, dirinya sempat dimintai untuk datang ke Polres Jakut pada Jumat, 04 Oktober 2019 malam lalu.
"Pas di Polres, di kasih tahu kalau pelaku berinisial D sudah diamankan," katanya saat dikonfirmasi wartawan melalui seluler, Selasa (08/10/2019) kemarin.
Baca juga : Komplotan Penipu Berkedok Lowongan Kerja di Tangerang Dibekuk Polisi
Korban menjelaskan, salah satu pelaku yang diamankan merupakan pacar dari mami S. "Itu pacarnya Mami Sera, dan harusnya Mami itu juga ditangkap," harapnya.
Dengan ditangkapnya salah satu pelaku, Salim berharap penuh agar pihak kepolisian segera dapat mengamankan pelaku lain yang saat ini masih buron. Padahal, jarak lokasi kejadian dengan Mapolrestro Jakarta Utara lumayan dekat. Sehingga proses penyelidikan akan lebih mudah.
"Masa udah lama baru nangkap satu (pelaku), padahal pihak Polres bisa langsung amanin mereka pas kejadian, kan lokasi sama Polres nggak jauh," sesalnya.
Baca juga : Ungkap Peredaran Narkoba di Kampus, Anies Apresiasi Kinerja Aparat Polres Jakbar
Korban berharap, pihak kepolisian memanggil pemilik atau yang bertanggung jawab atas Moonlight Cafe, karena salah satu pelaku juga bekerja di Cafe tersebut.
"Kalau bisa si pihak cafe diperiksa, soalnya satu yang mukul itu OB, terus Mami disitu, belom lagi sampai sekarang ga jelas barang-barang saya ada di mana," katanya.
Sementara, Kasubnit Reskrim Polrestro Jakarta Utara Iptu Wahyudi membenarkan bahwa pelaku pengeroyokan di Moonlight Cafe telah ditangkap jajarannya. Saat ini kasus masih dikembangkan untuk memburu pelaku lainnya. "Sudah (ditangkap). Sebentar masih rapat," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan Lamjo Jak. (RKY)