Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Bersama Jajaran Dimutasi, Diduga...

Mantan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Iverson Manossoh bersama jajaran saat melakukan sosialisasi bahaya Narkoba
Minggu, 10 Nopember 2024, 15:58 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Sejumlah anggota kepolisian dari Satuan reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat dimutasi. Mulai Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama) hingga bintara. Dari informasi yang dihimpun di lapangan anggota yang dimutasi mulai dari Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Iver Son Manossoh, Wakasat Narkoba, Kompol Roland Olaf Ferdinad serta Kanit III, Ferdinan, Kasubnit dan beberapa anggota lainnya.

Dari informasi yang didapat di lapangan, pemutasian ini merupakan buntut dari ulah Kasat Narkoba bersama jajaran yang diduga melakukan pemerasan terhadap bandar narkoba. Wakasat Narkoba Kompol Roland Olaf Ferdinad membenarkan jika dirinya dimutasi ke Polda Metro Jaya. “Saya mutasi ke Polda. Sudah satu tahun di sini,” singkat Roland saat ditanya melalui pesan singkat.

Baca juga : Satresnarkoba Polres Subang Ungkap 18 Kasus dengan 24 Tersangka

Dari informasi yang dihimpun, Kasat Narkoba, AKBP Iver Son Monossoh diganti oleh Kapolsek Metro Gambir, Kompol Jamalinus Nababan. Sementara itu, kursi Kapolsek Gambir diisi oleh Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rezeki Revi Respati.

“Iya saya menggantikan Pak Jamalinus yang menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat,” ucap Kompol Revi Respati.

Baca juga : Imigrasi Jakarta Pusat Gelar Operasi Jagratara, Tujuh WNA Tak Punya Dokumen Dideportasi

Guna mengetahui pemutasian sejumlah anggota kepolisian di Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, saat dihubungi dan dikirimkan pertanyaan melalui whatsapp ke Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo justru tidak merespon.

Menanggapi adanya pemutasian ditubuh Satnarkoba Metro Jakarta Pusat, pengamat kepolisian Indonesian Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto mengatakan dimutasikan sejumlah anggota tentunya ada alasan dari pimpinan.

Baca juga : Jelang Pilkada, Polresta Cirebon Bersama Kejari dan PN Musnahkan Ribuan Botol Miras

“Dimutasi itu apakah mereka melakukan tindakan yang tidak diinginkan oleh pimpinan. Tapi case dimutasikan mulai dari Kasat, Wakasat, dan jajaran lainnya di satu kesatuan itu sangat jarang,” tegasnya.

Bambang mengatakan, jika memang ada case seperti itu terdengar sangat aneh. Mungkin ada kesalahan yang sangat fatal pada kesatuan tersebut yang mengakibatkan satu kesatuan tersebut dimutasi bersamaan. “Atau bisa jadi untuk menutupi kesalahan yang dilakukan kesatuan tersebut dari sorotan publik,” ungkapnya.(wong).

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal