LampuHijau.co.id - Belasan bocah laki-laki Panti Asuhan Yayasan Darussalam Annur di Jalan Jahe, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengurus yayasan berinisial S, Y dan Y.
DD salah satu orang tua asuh menceritakan modus para terduga penyimpangan seksual yang dilakukan pengurus yayasan tersebut beragam.
Mulai dari mengusapkan lotion anti nyamuk ke tubuh korban ketika korban akan tidur. Ada pula terduga pelaku meminta korban membersihkan kamarnya.
"Modusnya itu mengusapkan pakai soffel dari kakinya ke paha naik sampai ke kelaminnya, ada juga yang meminta membersihkan kamarnya yang kemudian dikunci, korban dibujuk,” papar DD.
Baca juga : Ketimbang Anies, PDIP Disarankan Usung Ahok di Pilkada Jakarta
Menurutnya, karena pernah mengalami perlakukan yang tidak senonoh itu, beberapa anak asuh yang telah remaja dan mengerti tentang pelecehan berusaha menolak.
“Kalau yang sudah remaja, katanya kalau ada kesempatan untuk menolak seperti alasan membuang sampah dulu, mereka gak mau kembali lagi ke kamar pelaku, tapi kalau tidak ada kesempatan menghindar mereka diperlakukan itu,” bebernya.
“Nah kalau yang masih bocil lima tahun, kan dia enggak tahu,” sambungnya Menurutnya, dia juga sempat menaruh kecurigaan, saat Dian Desvi melihat adanya pembagian ruangan untuk anak asuh panti asuhan.
Pasalnya, anak asuh berpenampilan menarik ditempatkan di kamar yang bagus. Sementara anak asuh yang kurang menarik penampilannya ditempatkan di kamar yang kurang bagus.
Baca juga : Sopir Bigbird Positif Narkoba dan Tewaskan Pejalan Kaki Langsung Dipecat
"Jadi yang bening-bening atau yang ganteng ditaruh di kamar yang pakai AC, sedangkan yang menurut mereka kurang menarik ditaruh di kamar yang jelek,” paparnya.
Senada apa yang diungkapkan DD orang tua asuh, E salah seorang korban mengaku sudah berkali kali disodomi oleh ketiga pelaku dengan modus disuruh membersihkan kamar.
"Awalnya itu saya diminta bersihkan kamarnya lalu kamar dikunci. Udah gitu dia ngajakin hubungan kaya orang nikah gitu. Saat itu saya hanya pasrah," ungkapnya.
E disodomi oleh orang yang berbeda beda. Mereka adalah S, Y, dan Y uang berstatus sebagai guru dan pengurus di panti asuhan tersebut.
Baca juga : Tangcity Mall Resmikan Masjid An Nuur dan Santuni 500 Anak Yatim
Acap kali akan disodomi, E selalu dibawah paksaan dan ancaman pelaku, namun usai puas menyodomi E, pelaku selalu memberi imbalan berupa uang. "Setelah main dikasih uang 100 ribu, terus diancam untuk tidak bilang ke siapa-siapanya," tutupnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol David Kanitero yang dikonfirmasi membenarkan adanya perkara dimaksud. "Nanti ekspose dari Humas atau Pak Kapolres," ujarnya lewat pesan Whats App. (WAH)