LampuHijau.co.id - Polisi meringkus 2 dari 4 pelaku begal sadis yang kerap beraksi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Komplotan ini sering beraksi menggunakan senjata tajam dan tak segan-segan melukai korbannya.
Kedua pelaku, JP alias Kubil (20) dan NA alias Udin (20), hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke Mapolsek Jatisampurna. Keduanya diamankan petugas di tempat persembunyian masing-masing.
Sebelumnya, aksi komplotan begal ini terekam kamera CCTV saat merampas sepeda motor milik warga yang hendak sahur di Jalan Lurah Namat, Jatirangga, Jatisampurna, 18 Maret 2024 lalu.
Baca juga : Asep Hadian Apresiasi Kesigapan Polsek Pabuaran Gagalkan Tawuran Remaja
Berdasarkan ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya dua pelaku berhasil diamankan dari tempat persembunyiannya. Sedangkan dua pelaku lainnya masih buron.
Kapolsek Jatisampurna, Iptu Yovinus Very mengatakan komplotan pelaku selalu mengincar targetnya yang berkendara seorang diri. Adapun modus pelaku dengan memepet sepeda motor korban sambil menodongkan senjata tajam berukuran besar.
"Pelaku mengancam korban dengan senjata tajam. Korban yang ketakutan, terpaksa menyerahkan sepeda motornya kepada pelaku," kata Yovinus kepada awak media, Kamis (28/4/2024).
Baca juga : Dua Tahun Berselang, Ini Perkembangan Kasus Sengketa Tanah 7,7 Hektare di Cakung
Menurutnya, para pelaku selalu memilih lokasi yang sepi dan minim penerangan untuk melancarkan aksinya. "Para pelaku, bahkan tak segan-segan mengancam korban dengan senjata tajam," ujar Yovinus.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya senjata tajam jenis parang dan celurit, sejumlah pakaian dan sepeda motor milik pelaku.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 dan 368 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Baca juga : Rasakan Sensasi Halal Bihalal Lebaran, Hotel Berbintang Ini Sediakan Segudang Promo
"Untuk dua pelaku lain, sudah diketahui identitasnya dan saat ini masih dalam pengejaran petugas," pungkas Yovinus. (Jay)