LampuHijau.co.id - Tawuran yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat terbilang cukup meresahkan. Pasalnya dari kejadian terakhir satu orang warga tewas setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit.
Pasca kejadian tersebut seluruh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat turun ke Jalan untuk memastikan agar aksi tawuran tidak terjadi kembali. Jajaran babinkamtibmas, satuan narkoba, Intel dan Reskrim diturunkan untuk mengungkap motif di balik terjadinya aksi tawuran.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo mengatakan, dari hasil penyelidikan pihaknya mengamankan sembilan orang pelaku tawuran dari dua belah pihak. Dua diantaranya merupakan anak di bawah umur.
"Dari sembilan tersebut, tujuh orang dewasa dan dua (lainnya) berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH)," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat saat konferensi pers di kantor Kelurahan Kramat, Senen, Jumat (29/12/2023).
Baca juga : Soal Isu Operasi Senyap di Gugatan Anwar Usman, Ketua MA Harus Turun Tangan
Kesembilan tersangka itu adalah CD (18), UA (40), MIN (39), MIS (29), AF (29), MIH (23), DA (38), AM (17) dan MSA (14). Masing-masing berperan melempar batu. Selain itu, MIM dan AF juga ditemukan positif sabu atau amfetamin.
"Tawuran ini melibatkan dua kelompok, yakni kelompok Kebon dan Ledeng," ungkap Susatyo.
"Kelompok Kebon ini pimpinannya inisial F dan A. Saat ini masih (termasuk) DPO," sambung dia.
Atas perbuatan mereka, pelaku terancam Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan Pasal 358 KUHP terkait penyerangan.
"Ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara," imbuh Susatyo.
Sementara itu Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Iverson Manosoh mengatakan, pihaknya menggelar rilis di kelurahan Kramat yang notabene di tengah masyarakat agar semua tahu bahwa aparat kepolisian tidak main main terhadap pelaku tawuran. Seluruh jajaran diturunkan untuk memastikan tawuran tidak lagi terjadi.
Bhabinkamtibmas berperan untuk mengetahui kawasan mana yang rawan tawuran dan memberikan imbauan untuk tidak terlibat tawuran. Kemudian satuan narkoba memeriksa seluruh pelaku tawuran apakah ada yang menggunakan narkoba atau tidak. Terbukti dari sembilan orang yang ditangkap karena tawuran tiga diantaranya positif narkoba.
"Jadi kita tidak main-main terhadap para pelaku tawuran. Selain meresahkan aksi tawuran juga membuat warga ketakutan. Untuk itu aksi tawuran harus menjadi musuh bersama," ucap Iverson.
Baca juga : Seluruh Pengelola Gedung di Jakarta Pusat Wajib Miliki Izin Penggunaan Generator
Lebih lanjut Iverson mengatakan pihak akan melakukan tes urine ke seluruh sekolah yang ada di Jakarta Pusat. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan.