LampuHijau.co.id - Misteri kematian Fifi Sri Lestari, yang jasadnya dibuang di tepi danau di Legok, Tangerang, akhirnya terkuak. Cewek buruh pabrik sepatu itu ternyata dihabisi oleh Jaka Ria, tunanganya. Pembunuhan sadis ini dilatarbelakangi sakit hati karena kerap dibandingkan dengan mantan-mantan kekasih korban.
Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Legok berawal dari penemuan mayat gadis cantik terikat tali, di semak-semak pinggir danau Kampung Babat, RT01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (21/6/2019).
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pada awalnya petugas Polsek Legok dan Polres Tangsel mengaku kesulitan mencari identitas mayat gadis itu. "Sehingga dibuat sketsa korban, dan disebar ke masyarakat. Dari situ barulah diketahaui identitas korban berinisial FSL, warga Pinang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang," ungkapnya.
Petugas lalu melakukan olah lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi-saksi. Ada 14 saksi yang diperiksa. Salah satunya Jaka, tunangan korban. Sejak awal petugas menduga kuat pelaku pembunuhan adalah orang yang dekat dengan korban. Awalnya, ada dua yang dicurigai oleh polisi mantan tunangan korban, dan tunangan korban. Karena dia orang terakhir yang diketahui pergi bersama korban.
Baca juga : Wanita Muda yang Dibunuh di Legok Ternyata Warga Tigaraksa
Pada Jumat tanggal 21 Juni, Jaka Ria bersama orangtuanya dan orang tua korban mendatangi Polsek Legok untuk mencari tahu informasi terkait mayat Fifi. Tanpa rasa salah, Jaka Ria mendatangi polsek. Polisi yang sudah lama curiga pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Jaka. Awalnya, dia diperiksa sebagai saksi yang terakhir kali dilihat berdua dengan korban.
"Awalnya tersangka menyangkal bahwa saat kejadian dirinya berada di tempat lain. Tetapi setelah dicek, keterangan korban terindikasi semuanya bohong. Hal ini diperkuat dari pemeriksaan badannya," sambungnya.
Dari hasil identifikasi, pada tangan Jaka, terdapat bekas luka cakar. Pada kuku di mayat korban juga tampak ada potongan kulit tersangka yang terkelupas. "Ada bekas cakaran korban, dan sisa daging pada tubuh korban. Setelah dilakukan scientific identifikasi ada kecocokan. Lalu jam 4 pagi atau pada Sabtunya pelaku langsung kami tahan," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A. Alexander Yurikho menambahkan, berdasar pemeriksaan terhadap tersangka Jaka Ria, terungkap motif pembunuhan tersebut. "Jam 4 dini hari, tersangka mengakui semua perbuatannya. Jadi, ternyata tersangka cemburu dengan mantan pacar korban, dan sakit hati dengan korban, karena suka dibanding-bandingkan korban. Terutama sifatnya," ungkapnya.
Baca juga : Korban Pembunuhan, Mayat Wanita Terikat Dibuang di Legok
Tersangka tidak suka dirinya dibandingkan dengan mantan pacar korban. Pasangan yang sudah tunangan selama setahun inipun, kerap bertengkar dan cekcok mulut.
Sebelum menghabisi korban, mereka sempat kopi darat naik mobil Honda CRV. Di tengah perjalanan, terjadi keributan di hingga berujung maut. Tersangka menindih tubuh korban dan mencekik hingga batang leher korban patah. Cekikan yang kuat ini, membuat korban meninggal dunia.
"Korban lalu membeli tali di pasar dan mengikatkan tali itu agar setelah korban bangun dia tidak bergerak," jelasnya.
Namun, setelah ditunggu beberapa lama oleh tersangka, korban tidak bergerak lagi, karena sudah meninggal dunia. Saat melintas di Kampung Babat, mayat korban dibuang di semak-semak.
Baca juga : Tolak Pemilu Curang, Ribuan Emak-emak Minta IT KPU Diaudit
Polisi membenarkan jika korban dan pelaku ada rencana menikah setelah Lebaran Haji nanti. "Pelaku akan menikahi korban setelah pelaku lulus sekolah," sambung Kasat.
Dalam kasus ini polisi pun menyita mobil Honda CRV milik orangtua tersangka sebagai barang bukti. Pasalnya, di mobil ini pertengkaran terjadi, dan korban dicekik hingga lehernya patah. Atas perbuatannya, tersangka Jaka Ria, dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 dan subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup. (WAH)