LampuHijau.co.id - Usianya baru menginjak 10 tahun. Salsabila atau akrab disapa Caca harusnya bahagia. Bisa bermain dengan teman sebayanya.
Namun, bocah yang tinggal di Jalan H. Limun, RT 01 RW 02 Pangkalanjati, Cinere, Depok, itu justru mengalami nasib sebaliknya. Dia mengalami penderitan yang cukup parah. Ya, selain kerap disiksa oleh Cantika, ibu angkatnya, Caca juga dijadikan budak. Akibat penganiayaan yang dialaminya, hampir sekujur tubuh Caca penuh luka bakar. Luka itu diduga akibat disiram air panas oleh Cantika.
"Korban, Caca kulitnya terkelupas sepertinya disiram pakai air panas dari wajah sampai ke kaki lukanya parah," kata Anggara, salah seorang tetangga, Selasa (28/5/2019).
Menurut Anggara, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Ismi, warga lainnya. Saat itu Ismi melihat Caca sedang berjemur di halaman depan rumah dengan kondisi luka-luka dan kulitnya terkelupas. Ismi menduga Caca berjemur untuk mengeringkan luka bakar yang dideritanya.
Baca juga : Malak Deket Rumah, 1 Akamsi Ditangkep di Rumahnya, yang 3 Keburu Kabur
"Ismi melihat korban Caca sedang berjemur di halaman kemudian divideoin dan ngasih tahu ke tetangga lainnya," kata Anggara, Selasa (28/5).
Ismi kemudian memanggil korban ke rumahnya dan menanyakan penyebab luka tersebut. Namun Caca tak mau berterus terang karena merasa takut dan terancam. “Tapi namanya anak-anak akhirnya dia ngaku kalau dianiaya oleh ibunya," ucapnya.
Dari pengakuannya ketika ditanya warga, kejadian penyiksaan ini bukan baru sekali terjadi. Caca sebelumnya pernah mengalami penyiksaan oleh ibu angkat menggunakan powerbank dan gagang jemuran.
"Sebelum disiram air panas, korban Caca pernah disiksa juga dengan dipukul pakai gagang jemuran dan dilempar powerbank," ujarnya.
Baca juga : Dicekoki Miras Sampe Mabok, Cewek ABG Diperkosa Cowok Kenalan di Hotel
Korban kemudian dibawa warga ke puskesmas terdekat. Namun, karena luka bakarnya sudah parah, dia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta Selatan. Sejumlah warga juga langsung melapor ke Polsek Limo. Polisi kemudian mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi.
"Semalam ada polisi datang cuma nanya-naya saksi saja, selanjutnya saya tidak tahu gimana lagi," ujar Anggara.
Kapolsek Limo Kompol Iskandar mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat anggota kepolisian langsung menuju TKP. Namun, ketika sampai di sana pelaku tidak berada di lokasi kejadian dan hanya memeriksa sejumlah saksi.
"Anggota kami sudah mendatangi lokasi tapi pelaku tidak ada hanya memeriksa sejumlah saksi saja," ucap Iskandar, Selasa (28/5/2019).
Baca juga : Keciduk Curi Baju Buat Lebaran, Mahmud Nyaris Digebuki Massa
Cantika diketahui sudah berulang kali melakukan penyiksaan. Bahkan korban yang sudah diangkat menjadi anak ini seringkali dijadikan seperti pembantu rumah tangga.
"Korban Caca sudah sering disiksa padahal anak angkatnya udah sering dijadikan pembantu, sering juga pelaku siksa korban," kata Iskandar.
Dia menuturkan, jika peristiwa penyiraman air panas ke tubuh korban dilakukan pada 4 hari lalu pada Jumat 24 Mei 2019 di rumahnya. "Memang sempat ada laporan masyarakat ke Polsek Limo tapi sekarang sudah di serahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok," ucapnya.
Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi membenarkan pelimpahan berkas tersebut. Soal keberadaan pelaku dia mengaku saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron. "Belum ditangkap sekarang masih ditangani unit PPA Polresta Depok. Doakan secepatnya pelaku bisa tertangkap," tandasnya. (LHTJ)