LampuHijau.co.id - Perbuatan IN, bagai pagar makan tanaman. Cowok 50 tahun itu diduga telah memperkosa N (4), mantan anak tirinya. IN pun sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Utara.
Peristiwa ini terungkap setelah korban mengadu kepada saudaranya, TA (47) perihal rasa sakit pada organ intimnya. Diketahui SH, ibu korban, tengah mengalami sakit stroke dan gangguan pengelihatan. SH pun menitipkan anaknya tersebut ke IN yang merupakan mantan suaminya.
Baca juga : Tonjok Bocah 7 Tahun Ampe Penglihatannya Kabur, Pandu Dituntut 1,6 Tahun Penjara
Namun bukan kasih sayang yang didapat, korban justru diperkosa oleh mantan ayah tirinya tersebut “Karena ibunya itu terkena stroke dan lari ke otak jadi penglihatannya berkurang. Kami pikir orang tersebut, mantan suami ibu korban mau ngurusin korban. Karena sayang mau ngurusin (korban),” tutur Eka, pengurus RW setempat saat dihubungi, kemarin.
Eka mengatakan, selama korban tinggal di rumah pelaku, tetangga sekitar sering mendengar teriakan korban dari rumah IN. Namun tetangga sekitar tidak menggubris karena dikira hanya ribut biasa.
Seiring berjalannya waktu, korban diajak oleh kakeknya, SM (75) ke rumah saudaranya di Bekasi. Pada saat itu terucap dari mulut korban bahwa dirinya merasakan sakit pada bagian intimnya.
“Jadi ceritanya, lagi nginep di rumah Uwa-nya di Bekasi. Baru nginep semalam, dia gatel-gatel gitu. Uwa nanya, N kenapa?,” kata Eka menirukan ungkapan saudara korban.
Baca juga : Dibukanya Pantai Pondok Bali, Ekonomi Warga Desa Mayangan Jadi Meningkat
Setelah mengetahui pengakuan korban, pihak keluarga terkejut dan segera melapor ke Polres Jakarta Utara. Senin, 31 Januari 2022 sekira pukul 14.28 WIB, keluarga korban melaporkan IN ke Polres Jakarta Utara. Laporan diterima dengan nomor LP/B/85/I/2022/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Dwi Presetyo Wibowo saat dihubungi mengatakan akan melakukan pengecekan soal kasus tersebut. “Tadi kita sudah telpon penyidik untuk diatensi, karena kan korbannya di bawah umurkan. Saya minta lagi dikejar progresnya.” terang Dwi Presetyo. (DTR)