Gegara Hakim Belum Kelar Musyawarah, Sidang Putusan Bruder Angelo (Predator Seks Anak Asuh) Ditunda

Kamis, 13 Januari 2022, 17:23 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Pengadilan Negeri (PN) Depok menunda pembacaan vonis Lukas Lucky Ngaingola Alias Bruder Angelo (47 tahun) terdakwa kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Sidang ditunda lantaran hakim belum selesai musyawarah dalam menetapkan putusan.

Sidang terbuka untuk umum ini digelar di Ruang Sidang 3 Pengadilan Negeri (PN) Depok. Majelis Hakim diketuai oleh Ahmad Fadil dengan Anggota Andi Musafir dan Fausi.

Berita Terkait : Terbukti Cabuli Anak Asuh, Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara

"Untuk sementara, agenda sidang hari ini (pembacaan putusan) ditunda. Dikarenakan, Majelis Hakim belum selesai musyawarah dalam menetapkan putusan dalam perkara ini. Sidang akan kami lanjutkan kembali pekan depan, Kamis, 20 Januari 2021, masih dengan agenda sidang yang sama, yakni pembacaan putusan terhadap Terdakwa," sambung Fadil sambil mengetuk palu menandakan sidang ditutup, Kamis (13/1/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Kasi Pidana Umum Arief Syafrianto dengan anggota A.B. Ramadhan, sebelumnya dalam Surat tuntutan menyatakan, bahwa Terdakwa Lukas Lucky Ngalngola Alias Bruder Angelo, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur secara berlanjut yang dilakukan oleh Wali, Pengasuh anak, pendidik sebagaimana diatur dalam Pertama, Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Berita Terkait : Air Kali Licin Meluap, Ratusan Rumah Terendam & Banyak Kendaraan Mogok

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Lukas Lucky Ngalngola Alias Bruder Angelo, dengan pidana penjara selama 14 tahun dikurangi dari seluruh masa tahanan yang sudah dijalani Terdakwa dalam perkara ini, dengan perintah Terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar seratus juta rupiah subsidair tiga bulan kurungan," tutur JPU Kejari Depok.

Tak berhenti disitu, JPU juga menuntut Terdakwa dengan perintah agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan. "Menyatakan barang bukti berupa satu unit angkot berwarna biru dengan plat nomor B 1072 UN, Nomor Rangka MHYESL4104J665166, Nomor Mesin F10AID665166 beserta STNK dan kunci kontak angkot, dikembalikan kepada pemiiknya yang berhak, yaitu Saksi Tarcisius Usnaat," ucap JPU. (HEN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal