Pasutri Dibantai Kenalan, Suami Kritis dan Istri Tewas Dalam Plastik

TKP pembunuhan terhadap pasutri di Bandung. (Foto: detikcom)
Selasa, 21 Mei 2019, 01:30 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Pasangan suami istri (pasutri) di Kompleks Griya Bandung Indah, Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung dianiaya rekannya pada Minggu (20/5/2019) pukul 19.00 WIB.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Pasustri itu adalah Feri dan Jihan Noor Sopy. “Ada dua korban, mereka suami istri. Untuk istrinya tewas di lokasi kejadian, sedangkan suaminya kini dalam perawatan di rumah sakit,” jelasnya, Senin (20/5).

Kapolres menambahkan, laporan adanya korban penganiayaan diterima jajarannya, Minggu jam 9 malam. “Lalu kami olah TKP, dan membawa korban ke rumah sakit,” terangnya.

Jihan ditemukan tewas dalam plastik dengan jeratan di lehernya.

Baca juga : Baru 5 Menit Dilantik, Bupati Cirebon Dicopot dan Digiring Petugas KPK

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo mengatakan saat ini polisi tengah memeriksa intensif dua orang saksi. “Ada dua saksi yang diperiksa intensif, saksi yakni tetangga korban atas nama Dedi Rusli dan Agus Darmawan,” katanya.

Kabid Humas menambahkan, dua saksi diperiksa terkait penemuan korban Jihan di dalam plastik. “Saksi Agus ini keluarga korban, saat kejadian dia hendak mengambil pakaian korban (Feri), untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, saat di rumahnya melihat plastik berisi jasad manusia yang merupakan istri dari Feri, Jihan,” ujarnya.

Menemukan plastik berisi adik iparnya, Agus yang merupakan adik Feri atau adik ipar Jihan langsung meminta bantuan warga. “Jadi, Agus yang menemukan jasad istri Feri. Karena saat menolong Feri, pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan Jihan yang juga dibunuh pelaku,” jelasnya.

Dari hasil keterangan saksi, korban ini didatangi rekannya usai buka puasa. “Korban dan pelaku saling kenal, sepertinya ada masalah lalu terjadi cekcok dan berakhir dengan penganiayaan berat,” terangnya.

Baca juga : Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS dan Kemendagri Kembangkan Data Penduduk

Feri mengalami luka di muka dan bagian dada. “Pelaku sudah teridentifikasi, dan kini kami tengah mengejar pelaku,” jelasnya.

Untuk motif sejauh ini masih didalami. “Motifnya nanti terungkap setelah pelaku tertangkap, yang jelas ada masalah antara korban dan pelaku,” pungkasnya.

Menurut saksi, Dedi Rusli Pohan, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu malam saat dia akan isi ulang air galon tiba-tiba mendengar orang berteriak Allahu Akbar. “Saya langsung menghampiri rumah korban Feri dan melihat korban berlumuran darah sambil merangkak dan langsung menunjuk ke arah pelaku yang lari keluar rumah sambil berkata. Itu mau membunuh,” jelas Dedi.

Dedi langsung mengejar pelaku, tetapi Feri melarangnya karena pelaku membawa senjata tajam. “Karena saya dilarang korban mengejar pelaku, saya kembali menghampiri korban dan meminta bantuan warga sekitar,” terangnya.

Baca juga : 91 Pasutri Jalani Sidang Isbat Nikah

"Korban lalu diantar ke rumah orangtuanya di Blok G dengan menggunakan motor. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Al Islam oleh pihak keluarganya,” tambahnya. (LHTJ/PJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal