LampuHijau.co.id - Narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) menjadi salah satu pemicu munculnya bentrok fisik di antarorganisasi kemasyarakatan, selain karena dipicu oleh sengketa periuk nasi atau berebut lahan.
Hal ini ditegaskan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo, Senin 13 Desember 2021 menyikapi semaraknya bentrokan massal antarorganisasi kemasyarakatan di Kota Tangerang, Banten.
Baca juga : Kasat Lantas Polres Karawang Gelar Dikmas kepada Komunitas Gerkatin
Menurutnya, narkoba yang dikonsumsi dapat memicu adrenalin yang menyebabkan seseorang menjadi berani serta kehilangan nalarnya. “Ini yang kemudian kami sinyalir bahwa narkoba memicu bentrok antarkelompok,” tambahnya.
Fakta ini, katanya, diketahui setelah kepolisian meringkus tujuh pelaku pengeroyokan anggota organisasi kemasyarakatan di Ciledug. Tiga pelaku di antaranya positif dalam pengaruh narkotika.
Oleh karena itu, katanya, Satresnarkoba Polres Tangerang Kota berkomitmen memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi penerus dari kecanduan.
Ia mengungkap bahwa selama 15 hari menjalankan operasi Nila, kepolisian meringkus bandar ganja jaringan Aceh dengan barang bukti 4 kilogram ganja.
Kepolisian juga menyita bukti sabu seberat 35 gram dari beberapa pecandu dan pengedar yang tersebar di pemukiman penduduk. (WAH)