Main Game di Pinggir Jalan, Eh HP-nya Mau Dirampas, Ngelak, Siswa SMK Dicelurit, Tewas

Ilustrasi: JPNN
Selasa, 26 Oktober 2021, 16:07 WIB
Kriminal

LampuHijau.co.id - Seorang pelajar SMK tewas usai terkena sabetan celurit. Kejadian di Jalan Raya Nangka (Turunan Colek)  RW. 03, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Sabtu (23/10/2021) subuh.

Kala itu korban mencoba mempertahankan HP saat akan dirampas pelaku, terkena sabetan celurit di punggung sebelah kiri hingga tembus paru-paru dan meninggal dunia.

Korban MAP (16 tahun) pelajar kelas 2 SMK, meregang nyawa setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sentra Medika Depok, sehari setelah kejadian.

Menurut Ketua RT 008/02, Kp. Sindang Karsa Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Abdul Mutarom (68 tahun) mengatakan korban MAP anak pertama dari dua bersaudara pasangan ibu Anti dan Ata, meninggal dunia setelah sehari perawatan di ruang IGD RS Sentra Medika Depok.

Baca juga : Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan, Azis Syamsuddin Ditangkap Paksa KPK

"Setelah kejadian Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku melukai korban dengan membacok menggunakan sebilah celurit pada punggung kiri langsung dilarikan ke RS Sentra Medika. Setelah mendapatkan penanganan korban dioperasi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB korban menghembuskan napas terakhir," ujarnya kepada wartawan di rumahnya, Selasa (26/10/2021).

Mutarom mengatakan pelaku menggunakan dua motor berboncengan masing-masing satu motor tiga orang total enam pelaku ini dugaan kuat gengster.

Menurutnya, peristiwa begal HP ini baru pertama kejadian dengan korban meninggal yang merupakan warganya. "Jika memang pelaku begal kenapa cuman HP korban saja yang diambil, sedangkan ketiga teman korban lainnya tidak dirampas. Jadi dugaan kuat pelaku gengster bukan pelaku begal," kata dia.

Selain itu dalam rekaman CCTV di lokasi motor pelaku menggunakan Honda Vario Putih tanpa memasang plat nomor. "Terlihat sudah direncanakan pelaku melepas kedua plat nomor para motor pelaku dan semua pelaku berjumlah empat orang menggunakan helm dan masker sehingga sulit untuk dikenali," tuturnya.

Baca juga : Lagi Santuy di Warung Pinggir Jalan, Anggota Ormas Dipukul Pake Balok Kayu Ama OTK

Adapun ciri-ciri yang masih dapat dikenali pelaku berdasarkan dari rekaman CCTV, diperkirakan usia para pelaku kisaran 18 - 19 tahunan. "Pelaku masih remaja sepantaran korban  usia masih belasan tahun. Selain itu ciri-ciri yang lain tidak dapat dikenali karena berhelm dan masker setelah mengambil HP korban pelaku langsung kabur ke arah Bakti Abri selain itu jenis senjata tajam celurit dan parang. Kita berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dengan menangkap para pelaku yang membuat warga sekitar menjadi cemas," ucapnya.

Sementara itu orang tua korban Ata (37 tahun) mengungkapkan putra pertama dari dua bersaudara yang tewas mengenaskan berencana akan merayakan ulang tahunnya yang ke 17. "Tepat di bulan Desember 2021 ini anak saya berusia 17," ujarnya.

Dari pihak kepolisian yakni Polsek Cimanggis laporan terhadap kejahatan yang menimpa putranya tersebut, Ata menyebutkan masih menunggu kabar. "Belum ada perkembangan apa-apa, menunggu dari anggota Polsek Cimanggis," tuturnya.

Selain itu kronologis peristiwa yang menimpa putra sulungnya tersebut, disebutkan Ata, pada saat sedang bermain game online bersama ketiga temannya. "Pada saat main game online di pinggir jalan korban disamperin dua motor masing-masing motor berboncengan tiga orang total ada enam. Empat pelaku mengancungkan senjata tajam jenis celurit dan parang, sedang dua orang lagi turun sambil mengancungkan celurit ke korban," tambahnya.

Baca juga : Unjuk Rasa di Jalan Raya Pantura Subang, ABSB Tolak UU Cipta Kerja

Lantaran korban mencoba mempertahankan HP merek Xiomi warna biru saat akan dirampas pelaku, terkena sabetan celurit di punggung sebelah kiri hingga tembus paru-paru dan meninggal dunia.

"HP korban baru tiga bulan dipakai. Biasa jika tidak ada waktu belajar sama temen-temen sebaya biasa main game online di pinggir jalan Nangka," tuturnya.

Sebagai orang tua, Ata berharap kejadian yang menimpa terhadap anaknya tersebut ke pihak berwajib. "Semua sudah kita serahkan kepada Polsek Cimanggis. Sampai saat ini belum ada perkembangan masih menunggu informasi terbaru pelaku. Kita berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku," harapnya. (HEN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal