LampuHijau.co.id - Ketua Forum Bersama Jakarta (FBJ) Budi Siswanto menilai, wacana interpelasi penyelenggaraan Formula E oleh anggota Fraksi PSI dan PDIP DPRD DKI Jakarta akan membuat warga Jakarta skeptis terhadap wakilnya yang duduk di lembaga legislatif itu. Pasalnya, apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini direncanakan dan dilaksanakan secara terukur. Dan semata-mata demi kepentingan Jakarta dan warganya.
"Penggunaan hak interpelasi memang diatur dalam Tatib (Tata Tertib) DPRD, dan anggota Dewan berhak menggunakannya,” kata Budi di Jakarta, Selasa (24/8/2021).
Meski demikian, lanjutnya, penggunaan hak interpelasi yang hanya untuk mencari sensasi. Bahkan sok aksi, tidak akan terealisasi. Dan akan membuat warga Jakarta skeptis terhadap wakil rakyat yang duduk di DPRD.
Baca juga : Sukseskan Kurban Online, BAZNAS Gelar Konser Amal Kemanusiaan
Sebab, jelas dia, penggunaan hak interpelasi dengan dasar semata-mata untuk mencari sensasi, tak ubahnya berprilaku seleb “pansos”, yang hanya berwacana di medsos demi dikenal luas masyarakat. Tapi tidak berbuat hal-hal yang nyata untuk rakyat.
“Namun satu hal yang kita pahami, Gubernur Anies tidak akan pernah mundur dari kebijakan yang telah dibuat. Meski ditekan segelintir orang, karena kebijakan yang dibuatnya itu bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk Jakarta dan bermanfaat bagi banyak orang, terutama bagi rakyat Jakarta.
Dan ini akan terekam dalam ingatan semua orang dan takkan hilang dalam jangka waktu yang lama bahwa gubernur mereka, Gubernur Anies, telah melakukan banyak hal yang baik dan berguna bagi mereka,” katanya.
Baca juga : Tekan Penyebaran Covid-19, Anies Putuskan Ancol Ditutup Sementara
Budi mengingatkan para inisiator interpelasi Formula E bahwa saat ini era sudah berubah. Dan Anies telah nyata terlihat kerjanya. Segala sesuatu yang Anies lakukan juga terukur dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Bila ada yang khawatir atas capaian yang dilakukan Anies, itu sangat wajar. Terlepas dari berbagai kepentingan jangka pendek mereka,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Formula E digagas Gubernur Anies. Selain untuk lebih mengangkat Jakarta di level Internasional, terutama di bidang olahraga, juga untuk mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Jakarta. Plus untuk memperkenalkan balap mobil listrik yang ramah lingkungan.
Baca juga : Terbukti Melakukan Pembunuhan Berencana, Juwana Dituntut Hukuman Mati
Semula, event itu akan diselenggarakan pada Juni 2020 untuk menyambut HUT Jakarta, tapi gagal karena terjadi pandemi Covid-19. Rencana untuk diselenggarakan pada Juni 2021, juga gagal karena pandemi belum terkendali. Padahal, Pemprov DKI telah membayar sebesar Rp983,31 miliar kepada Formula E Organizer. Dan uang yang sudah dibayarkan tak dapat ditarik kembali seluruhnya. Anies lalu menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022, yang isinya antara lain meminta Sekda DKI Marullah Matali agar dapat menyelenggarakan Formula E pada Juni 2022.
Sejauh ini, tujuh fraksi lain di DPRD yakni Golkar, PKS, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PAN dan PPP-PKB tidak menyatakan dukungan terhadap penggunaan interpelasi itu, namun pasal 12 ayat (2) Tatib DPRD menyatakan, hak interpelasi dapat digunakan atas usulan paling sedikit 15 orang anggota DPRD dan lebih dari satu Fraksi. Dari delapan anggota Fraksi PSI dan 25 anggota Fraksi PDIP, yang telah menandatangani dukungan penggunaan interpelasi sebanyak 13 orang. (ULI)