Santunan BPJS Diterima Ahli Waris PPSU Tugu Selatan

Rabu, 27 Maret 2019, 16:12 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara memberikan santunan kepada Aam Amsyiyah, ahli waris petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Tugu Selatan yang meninggal dunia beberapa waktu lalu bernama Muhdi. Santunan diberikan dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Cilincing, dengan total santunan sebesar Rp194 juta.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, santunan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap keluarga ahli waris petugas PPSU yang meninggal dunia bernama Muhdi. "Memang kejadian kemarin tidak kita harapkan sebenernya. Tapi ini salah satu bentuk kepedulian dari Pemprov DKI bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk meringankan keluarga yang ditinggalkan," katanya, Rabu (27/3/2019).

Baca juga : Asyik, Siswa SD di Jakut Dapat Makanan Tambahan Bergizi

Dia memastikan, seluruh petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), termasuk petugas PPSU di lingkungan kerja Pemkot Jakut telah mengantongi jaminan sosial, baik dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Taoi, pihaknya tetap mengedepankan keselamatan kerja bagi seluruh petugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara Kepala Kantor Cabang Jakarta-Cilincing BPJS Ketenagakerjaan Yudi Amrinal menerangkan, almarhum mengikuti dua program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yaitu kecelakaan kerja dan kematian. Rincian keseluruhan terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp175 juta, santunan berkala senilai Rp4,8 juta (Rp 200 ribu x 24 bulan), biaya pemakaman Rp3 juta, dan beasiswa anak senilai Rp12 juta.

Baca juga : Migrant Care Ajak Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian

"Kami berharap melalui Pemkot Jakarta Utara dapat memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat melalui camat dan lurah, agar masyarakat maupun pekerjanya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena kapanpun kita tidak terlepas dari risiko pekerjaan yang kita lakukan setiap harinya," terangnya.

Sementara ahli waris Muhdi yang merupakan anaknya, Aam Amsyiyah, menerangkan dana santunan yang diterimanya akan digunakan untuk biaya pendidikan dan kehidupan ketiga anaknya, Linda Indriyani (17), Alfina Rismayanti (11), dan Salsabila Nur Aprilda (5). "Almarhum (Muhdi) sih sudah 20 tahun bekerja di kelurahan. Ya bantu-bantu kebersihan saja awalnya. Nah, kemarin dikabarin bapak jatuh sama temennya. Sampai di rumah sakit nggak ketolong lagi," tutupnya. (Sep)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal