Migrant Care Ajak Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian

Rabu, 27 Maret 2019, 15:44 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah mengajak semua pihak menjaga kondusifitas Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Apalagi situasi pesta demokrasi semakin memanas, akibat berseliwerannya berita hoaks hingga ujaran kebencian.

Anis meminta masyarakat terutama buruh migran, proaktif memerangi hoaks, politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta hate speech atau ujaran kebencian. "Saya kira hoaks dan hate speech punya dampak luar biasa baik di dalam maupun luar negeri. Bahaya hoaks memicu konflik sosial dan permusuhan, ini harus diperangi bersama-sama," ujar Anis, Rabu (27/3/2019).

Baca juga : Biar Sehat Pas Kerja, Pasukan Oranye Tugu Selatan Jalani Cek Kesehatan

Maka, ia menyarankan masyarakat untuk melakukan cek dan ricek terlebih dulu mengenai informasi kepemiluan maupun ketenagakerjaan. Sebab banyak berita kategori itu yang dipelintir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga cenderung tidak benar. "Makanya harus diverifikasi dulu dengan benar apakah itu soal berita pemilu atau pekerjaan," tuturnya.

Anis mencontohkan, salah satu berita bohong yang berpotensi menimbulkan konflik SARA di masyarakat ialah kabar adanya larangan dan mengecilkan suara adzan. "Kami menyayangkan jika informasi itu diterima setengah-tengah kemudian disebarkan sehingga muncul konflik," ucapnya.

Baca juga : Korban Pinjaman Online, dari yang Diintimidasi Hingga Dilecehkan

Dirinya berpesan kepada seluruh generasi muda, pelajar, guru maupun buruh migran, agar tidak sembarangan menerima dan menyebar berita hoaks yang cenderung menyesatkan. Ia mengimbau masyarakat memastikan valid-tidaknya sumber dari setiap informasi yang diterima.

"Gunakan smartphone kita untuk hal yang bermanfaat. Waspada dengan informasi yang beredar, jangan terpancing. Ini memang harus diperangi, hati-hati untuk menyebarkan dan menyalahgunakan informasi," imbaunya. (Riz)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal