LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.
Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian.
Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif, dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 29.673 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 23.802 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 3.567 positif dan 20.235 negatif.
Baca juga : DKI Terus Kendalikan Covid-19, Hari Ini 694 Positif dan 6.219 Negatif
Selain itu, dilakukan pula tes antigen hari ini sebanyak 13.945 orang dites, dengan hasil 998 positif dan 12.947 negatif.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 198.809 orang dites PCR. Sementara total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 492.143 per sejuta penduduk," terangnya.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 11.186 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 40.809 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 798.502 kasus.
Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 746.087 dengan tingkat kesembuhan 93,4%, dan total 11.606 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.
Baca juga : Tsunami Covid-19 di India Harus Jadi Cermin Pemerintah dan Masyarakat Indonesia
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 20,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.
Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir hingga 25 Juli 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 140 RS rujukan. Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 11.761, persentase keterisiannya sebesar 73% dengan total pasien isolasi sebanyak 8.632 orang. Sedangkan untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.626, persentase keterisiannya sebesar 89% dengan total pasien ICU sebanyak 1.454 orang.
Sementara proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 7.209.473 orang (81,8%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 111.471 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 2.321.531 orang (26,3%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 82.655 orang.
Adapun target vaksinasi di Jakarta yang ditetapkan Presiden RI agar dipenuhi pada akhir Agustus adalah 7,5 juta penduduk usia 12 tahun ke atas. Sementara Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan target total 8,8 juta penduduk Jakarta divaksin untuk menciptakan kekebalan komunitas.
Baca juga : Cegah Penularan Covid-19 di Pergantian Tahun, Kapolda Jatim Berlakukan Jam Malam
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 48,5%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 86,6% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 25,3%. Sedangkan pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 69,1% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 59,3%.
Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 151.142 orang, dan dosis 2 sebanyak 90.490 orang. (ULI)