LampuHijau.co.id - Mendekati Hari Raya Idul Fitri banyak orang yang memilih mengganti kendaraan. Nantinya, mobil atau sepeda motor baru ini akan dipakai pulang ke kampung halaman dan bersilahturahmi dengan keluarga maupun handai tolan.
Meski demikian, tidak semua kendaraan bermotor baru yang dibeli jelang Lebaran dibayar tunai. Banyak juga yang dibayar dengan sistem mengangsur atau kredit melalui lembaga pembiayaan. Tak heran jika lembaga pembiayaan atau leasing meraup untung lebih menjelang hari raya.
Baca juga : Jelang Puasa dan Lebaran, Gembong: BUMD Pangan Harus Mampu Kendalikan Harga
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, jelang Hari Raya Idul Fitri selalu ada peningkatan permohonon kredit kendaran bermotor, mengikuti tren mudik atau pulang kampung yang selalu dilakukan setiap tahunnya. "Umumnya, permintaan pembiayaan untuk otomotif menjelang hari raya naik 5 sampai 10 persen dibandingkan bulan biasa," katanya di Jakarta, Minggu (12/5/2019).
Menurut Made, meningkatnya permintaan pembiayaan untuk sektor otomotif jelang Hari Raya Idul Fitri terlihat siginifikan selama 5 tahun terakhir. Pada bulan lainnya, Adira Finance bisa membiayai 3 sampai 3,5 triliun rupiah.
Baca juga : Operasi Keselamatan, Polresta Tangerang Bagikan Cokelat dan Bunga kepada Pengendara
Untuk kendaraan yang banyak dikredit masyarakat melalui Adira, kata Made, adalah sepeda motor. Jika dibuat presentase, maka perbandingnya adalah 55 persen kredit sepeda motor baru dan sisanya adalah mobil penumpang.
"Kredit untuk kendaraan baru itu 55 persen sepeda motor, 45 persen mobil. Kalau outstanding loan, sudah sama 50:50 karena mobil jangkanya lebih panjang, motor kan hanya 2 sampai 3 tahun." (LHTJ)