LampuHijau.co.id - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari membenarkan bahwa gudang yang terbakar di Puskesmas Sumur Batu, Kemayoran Jakarta Pusat adalah salah satu gudang penyimpanan vaksin Covid-19.
"Semua disimpan disatu tempat, Semua vaksin termasuk vaksin Covid-19, vaksin lain BCG (Bacillus Calmette Guerin), kan banyak vaksin disana, nyimpennya satu ga beda," kata Erizon ketika dihubungi.
Meski begitu, Erizon membantah bahwa jumlah vaksin Covid-19 yang terbakar mencapai hampir 1000 ampul atau botol. Sebab Erizon menuturkan, untuk persediaan vaksin tiap kelurahan jumlahnya tidak sampai ribuan.
"Gak nyampe lah (1000 ampul), kan kita tahu berapa kapasitas kelurahan, karena tempat vaksin carriernya kecil, bagaimana mau nyimpen banyak. Paling sekitar puluhan," ucapnya.
Hingga kini pihaknya masih menghitung berapa banyak stok vaksin di gudang tersebut yang habis terbakar. "Kita lagi hitung pastinya, karena stoknya habis terbakar," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk alokasi pengganti biasanya apabila terdapat wilayah yang stoknya sudah habis, maka akan di suplai dari tingkat Kecamatan. Ia pun memastikan, bahwa stok vaksin Covid-19 yang terbakar semalam merupakan jenis vaksin Sinovac.
"Semua vaksin terbakar (termasuk sinovac), AstraZeneca kan sudah habis (terpakai)," tutupnya. (RKY)