LampuHijau.co.id - Omzet pelaku usaha Pempek binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Saliman (48), terus mengalami peningkatan.
Saliman yang usahanya berlokasi di Pasar Baru, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, berujar, hasil positif itu tak lepas dari bantuan modal usaha kerja sama BAZNAS dengan BCA Syariah berupa gerobak dan bahan baku usaha. Ia kini sudah mulai menjalankan usaha pempek Palembang yang ia lakoni sejak 10 tahun lalu dengan gerobak barunya, dengan jam berjualan mulai pukul 11.00 WIB hingga jelang maghrib.
Baca juga : BAZNAS Luncurkan 119 Gerai Usaha "ZChicken"
"Saya merasakan semangat baru untuk berjualan karena adanya gerobak ini, saya memang sudah lama ingin memiliki gerobak lagi, agar istri saya dapat membuka cabang usaha pempek," kata Saliman, Rabu (30/6/2021).
Alhamdulillah, keinginan saya itu terwujud. Jadi, sekarang saya berjualan pakai gerobak dari BCA Syariah dan BAZNAS, istri saya pakai gerobak yang lama berjualan pempek di dekat rumah," ujar Saliman.
Baca juga : BAZNAS: Zakat Masyarakat yang Tak Tercatat Rp61,25 Triliun
"Awal saya jualan pakai gerobak ini, konsumen saya pada bingung, ini pempek saya apa bukan, soalnya gerobaknya beda. Tapi mereka jadi ikut senang saya bisa punya gerobak baru, jadi lebih terlihat bersih dan makin terjamin kehigienisannya," sambung Saliman.
"Saya sehari bisa dapat omzet Rp200.000-Rp250.000 dan istri saya biasanya sebesar Rp100.000-Rp150.000 per hari. Alhamdulillah, bisa bertambah dari sebelum adanya bantuan gerobak ini," tutup Saliman.
Baca juga : BAZNAS Raih Tiga Penghargaan Top Digital Award 2020
Saliman terbiasa untuk mengolah adonan pempek racikannya sendiri, yang terdiri dari beberapa bahan seperti sagu, telur, dan campuran ikan tenggiri dan tuna. Saliman juga menyediakan dua jenis varian pempek seperti pempek isi telor yang ia hargai sebesar Rp3 ribu rupiah, dan pempek panjang dengan harga seribu rupiah.
Melalui pendamping program BAZNAS, Saliman diberikan edukasi seputar pencatatan keuangan sederhana melalui aplikasi buku kas, hal ini karena Saliman selama ini belum pernah mencatat berapa omzet per hari dan keuntungan bersih per bulan yang didapat. Semoga ke depannya, Saliman dapat semakin berbenah dalam manajemen keuangan usaha agar peningkatan usaha dapat terealisasi. (ULI)