Ketum Partai Gelora: Dibutuhkan Riset dan Ilham untuk Menemukan Obat Paten dari Covid-19

Selasa, 29 Juni 2021, 16:51 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meyakini pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia saat ini akibat virus SARS-Cov-2 akan segera berakhir dan ditemukan obat yang paten.

“Allah SWT menurunkan suatu penyakit, pasti dengan obatnya. Itu janji Allah SWT. Tetapi di sini terselip sebuah tantangan besar untuk menemukan obatnya,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (29/6/2021).

Menurut Anis Matta, ada rahasia tersendiri dibalik pandemi yang bisa diambil hikmahnya dengan munculnya makhluk baru bernama Covid-19, yakni agar manusia senantiasa mencari ilham dari ilmu pengetahuan. “Obatnya sebenarnya sudah ada, tetapi belum diketahui manusia, karena belum ada ilham dari Allah SWT untuk menemukan. Inilah tantangan besar itu yang saya maksud,” terang Anis.

Baca juga : Polri Gelar Pelatihan 2.284 Orang dari Berbagai Elemen untuk Jadi Tracer Covid-19

Atas dasar itulah, Anis Matta mendorong para ilmuwan Indonesia untuk melakukan penelitian dan riset mengenai Covid-19 seiring mencari ilham dari Allah SWT tersebut. Riset dan penelitian tersebut pun diharapkannya dibiayai oleh pemerintah, perusahaan besar di Indonesia, para pengusaha, lembaga charity (amal) dan zakat. Sehingga nantinya bisa ditemukan obat atau vaksin Covid-19 yang paten untuk penyembuhan, karena virus ini yang telah merenggut nyawa banyak umat manusia.

“Mereka semua bisa berpartisipasi mendanai penelitian dan riset dalam rangka menemukan solusi bagi tantangan besar yang sedang kita hadapi saat ini,” harap Anis Matta.

Dokter Spesialisasi Mikrobiologi Klinik, dr.Rina Adeline Sp.MK,M.Kes, ABAARM, mengatakan, virus Covid-19 sebenarnya tidak mempunyai kemampuan untuk menginfeksi manusia, karena merupakan virus binatang. Namun, virus Covid-19 memiliki kemampuan untuk beradaptasi untuk melakukan mutasi dengan membentuk varian-varian, sehingga yang tadinya tidak bisa menginfeksi manusia, menjadi bisa menginfeksi.

Baca juga : Kapolri Terbitkan e-Book Pedoman Manajemen Kontijensi Klaster Covid-19

“Dengan varian-varian baru tersebut, proses transmisinya dalam menginfeksi manusia menjadi lebih cepat dan lama sakitnya akan lebih panjang. Transmisinya juga akan semakin cepat pada pasien yang memiliki penyakit kormobid, risikonya kematian,” jelas dr. Rina Adeline dalam Rumpi Gelora dengan tema 'Awas Covid-19 Mengganas’ akhir pekan ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati berharap, para perempuan bisa memberikan semangat kepada keluarganya untuk terus bersabar dan berikhtiar dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir, meski telah mengalami kejenuhan.

“Para perempuan di manapun berada agar tetap yakin, bahwa kita pasti bisa melewati ujian pandemi ini bersama-sama, dengan saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan atas penerapan protokol kesehatan. Insya Allah, semoga situasi dan kondisi akan segera normal kembali,” pungkas Ratih Sanggarwati. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal